Page 271 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 271

mengejarku  dan  berpuitis  di  hadapanku  sebagai  senjata
              untuk meluluhkanku.
                   Suatu hari aku bersama teman‐teman satu unit kegiatan
              mahasiswa  (UKM)  paduan  suara  mengadakan  Diklatsar  di
              Kota  Peuyeum.  Di  tengah  perjalanan  pulang  dari  Bandung,
              semua peserta turun dari bus dan berebut untuk menikmati
              duren ketan di kedai pinggir jalan. Namun, aku lebih memilih
              ubi  cilembu  yang  manisnya  tak  tertandingi.  Tiba‐tiba  Mas
              andre  mendekatiku  sambil  mengatakan  seribu  satu
              gombalannya.
                  “Kamu nggak beli duren ketan seperti mereka?”
                  “Nggak ah, duren itu manis, tapi enek. Enakan cilembu,
              meskipun bentuknya biasa, tapi manis banget.”
                  “Tahu  nggak,  Asti  itu  seperti  durian.  Kata  orang  manis,
              tapi bagiku enek. Kamu itu seperti cilembu. Meskipun biasa
              saja, tapi bagiku manis banget.”
                  Itulah rayuan Mas Andre yang terucap dari bibirnya yang

              berkumis  tipis  untuk  merebut  simpatiku.  Asti  adalah  cewek
              yang  selama  ini  sering  aku  jodoh‐jodohkan  dengan  Mas
              Andre.  Cewek  yang  sangat  cantik,  pintar,  dan  anak  orang
              berada. Siapa pun yang melihatnya, pasti tidak menyangsikan
              lagi akan kecantikan yang dimilikinya. Ini sebagai alibi agar dia
              tidak  terus  mengejarku.  Namun,  niat  baikku  selalu  ditolak
              mentah‐mentah oleh Mas Andre.
                  Empat  tahun  berlalu,  hubunganku  dengan  Mas  Faris
              semakin  mantap.  Saat  menjelang  acara  wisuda  kurang
              sembilan puluh hari, kami melangsungkan resepsi pernikahan
              secara  besar‐besaran  di  kota  kelahiranku.  Tanpa  aku  duga
              sebelumnya,  di  tengah  pestaku  datanglah  Mas  Andre.


                                Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta | 259
   266   267   268   269   270   271   272   273   274   275   276