Page 276 - Untuk Sesuatu yang Biasa Kausebut Cinta_79 Cerpenis MediaGuru_REVISI_ISBN (2)_Classical
P. 276
Seragam Sekolah
Oleh: Sukini
T
atapan matanya teduh dan begitu syahdu. Bersandar
di dinding sekolah yang dingin hingga menusuk tulang.
Saat itu aku sedang memperhatikan Pak Anas,
sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Aku pun
menghampiri. “Kenapa melamun Pak, ada yang dipikirkan?”
“Tadi anakku meminta uang untuk membayar seragam
sekolahnya, Bu,“ dengan tersenyum Pak Anas menjawab
pertanyaanku.
Mentari menyemburkan panasnya dengan semangat. Pak
Anas melanjutkan pekerjaannya yang tertunda untuk
membersihkan lapangan sekolah dan menyirami bunga di
taman sekolah.
Pak Anas terus mencangkul tanah, membersihkan taman‐
taman, dan mencabut rumput yang tumbuh subur di dalam
pot bunga yang berjejer di depan kelas. Kulitnya basah oleh
keringat. Begitulah rutinitas yang dilakukan Pak Anas setiap
hari.
Walau sedang dihimpit persoalan keuangan, aku melihat
Pak Anas masih semangat mengerjakan tugasnya. Biasanya
istri Pak Anas berjualan di kantin sekolah. Namun, sudah
enam bulan ini kantin tidak dibuka karena siswa‐siswi belajar
dari rumah.
Setelah istirahat siang, aku menghampiri Pak Anas
bermaksud untuk meminjamkan uang kepadanya. Namun,
264 | 80 Cerpenis MediaGuru

