Page 30 - modul BK
P. 30

orang-orang  melakukan  apa  yang  diharapkan  dari  mereka  dalam  rangka  menghindari

                      konsekuensi-konsekuensi aversif.



                      Prosedur aversif ialah menyajikan cara-cara menahan respons-respons maladaptif dalam
                      suatu periode sehingga terdapat kesempatan untuk memperoleh tingkah laku alternatif

                      yang adaptif dan terbukti memperkuat dirinya sendir

                   j.  Disensitisasi Sistematis
                              Disensitisasi sistematis digunakan untuk menghapus rasa cemas dan tingkah laku

                       menghindar. Disensitisasi sistematis dilakukan dengan menerapkan pengkondisian klasik

                       yaitu dengan melemahkan kekuatan stimulus penghasil kecemasan, gejala kecemasan

                       bisa  dikendalikan  dan  dihapus  melalui  penggantian  stimulus.  Melibatkan  teknik

                       relaksasi.  Melatih  konseli  untuk  santai  dan  mengasosiasikan  keadaan  santai  dengan
                       pengalaman pembangkit kecemasan yang dibayangkan atau divisualisasi.

                   k.  Latihan Asertive (Asertif Training)

                              Latihan  asertif  bisa  diterapkan  terutama  pada  situasi-situasi  interpersonal
                       dimana  individu  mengalami  kesulitan  untuk  menerima  kenyataan  bahwa  menyatakan

                       atau menegaskan diri adalah tindakan yang layak atau benar. Menggunakan prosedur-

                       prosedur  permainan  peran  dan  diusahakan  agar  tingkah  laku  menegaskan  diri  itu

                       dipraktekkan dalam situasi-situasi kehidupan nyata.

                              Pelaksanaan latihan asertif dalam kelompok, terdiri atas delapan sampai sepuluh
                       anggota yang memiliki latar belakang yang sama, dan session terapi berlangsung selama

                       dua  jam.  Terapis  bertindak  sebagai  penyelenggara  dan  pengarah  permainan  peran,

                       pelatih,  pemberi  kekuatan,  dan  sebagai  model peran.Dalam  diskusi-diskusi  kelompok,
                       terapis  bertindak  sebagai  seorang  ahli,  memberikan  bimbingan  dalam  situasi-situasi

                       permainan peran, dan memberikan umpan balik kepada para anggota.



                   3.  Rangkuman
                       a.  Tahapan  Konseling  behavioral  terdiri  dari  4  tahapan  utama  yaitu:  melakukan

                          assessment,  menentukan  tujuan  konseling,  implementasi  teknik  dan  evaluasi  dan
                          terminasi.
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35