Page 70 - modul BK
P. 70

mengekspresikan  perasaan  positif  dan  negatif,  berinisiatif,  mengajak,  mengakhiri

                   pembicaraan, membuat permintaan pribadi tanpa menderita karena terlalu stress.

                          Menurut  Salter  (Barida,  2016)  assertive  training  merupakan  suatu  metode  untuk

                   menghilangkan  (deconditioning)  kecemasan  individu  yang  terlalu  malu  dan  takut  dalam
                   memberikan  respon  yang  sesuai  dalam  situasi-situasi  antarpribadi  dengan  mengajarkan

                   tingkah  laku  yang  sesuai  kepada  individu  melalui  berbagai  cara  seperti  permainan  peran

                   (role playing) dalam situasi-situasi rekaan yang mengganggu kehidupan nyata dan memberi
                   kesempatan individu untuk berlatih melakukan respon-respon yang asertif.

                          Assertive  training bukanlah  pelatihan  yang  mengajarkan  seseorang untuk  menjadi

                   agresif,  keras  atau  bullying,  dan  mencoba  untuk  mendominasi  orang  lain,  namun  lebih

                   merupakan  pelatihan  untuk  melawan  orang  lain  yang  berusaha  mendominasi  dan

                   memanipulasi.
                          Assertive  training bukanlah  pelatihan  yang  mengajarkan  seseorang untuk  menjadi

                   agresif,  keras  atau  bullying,  dan  mencoba  untuk  mendominasi  orang  lain,  namun  lebih

                   merupakan  pelatihan  untuk  melawan  orang  lain  yang  berusaha  mendominasi  dan
                   memanipulasi dirinya. Assertive training membantu seseorang mengenali diri ketika mereka

                   disalahgunakan  orang  lain,  dan  bagaimana  menolak  permintaan  tersebut  secara  efektif

                   tanpa marah dan agresif.

                          Berdasarkan  uraian  diatas  maka  teknik  assertive  training  merupakan  teknik  yang

                   dipakai  untuk  mengatasi  masalah  yang  berhubungan  dengan  kepercayaan  diri,
                   pengungkapan diri, dan ketegasan diri. Dengan  assertive training seseorang dilatih untuk

                   memiliki  kepercayaan  diri  yang  baik,  pengungkapan  diri  sehingga  seseorang  dapat

                   mengutarakan  pendapatnya,  dan  memilih  ketegasan  diri  atas  tindakan  atau  hal-hal  yang
                   menimpa dirinya



                   2.  Tujuan Teknik Assertive Training
                          Teknik assertive training digunakan untuk melatih konseli yang mengalami kesulitan

                   untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar.  Latihan ini terutama

                   berguna  diantaranya  untuk  membantu  individu  yang  tidak  mampu  mengungkapkan
   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74   75