Page 4 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 4
CATATAN PENDAHULUAN
SAMBUTAN
ETIKA membaca buku ini, serasa saya
dibawa kembali ke saat-saat genting
dan paling menentukan yang terjadi di
masa-masa awal reformasi yakni pada
K sidang-sidang amandemen UUD 1945
sepanjang tahun 1999-2002 silam.
Salah satu pasal di dalam UUD kita yang alot
dibahas saat itu ialah Pasal 33. Buku ini memetakan
secara serius bagaimana perdebatan-perdebatan
yang terjadi ketika pasal tersebut dibahas sejak
amandemen pertama sampai dengan amandemen keempat.
Diurai secara kronologis hingga rasa-rasanya tak ada yang
terlewatkan. Runtut dan jelas.
Pada beberapa bagian, banyak informasi baru yang saya
dapatkan, terutama seputar irisan yang terjadi antara kubu “Jogja”
dan “Jakarta” di dalam Tim Ahli Bidang Ekonomi yang terdiri dari
Prof. Mubyarto (Koordinator), Sri Mulyani (Sekretaris), Dawam
Rahardjo, Sri Adiningsih, Sjahrir, Bambang Sudibyo, dan Didik
Rachbini.
Perdebatan terjadi mulai dari teori sampai hitung-hitungan
ekonomi negara. Ada yang memilih mempertahankan Pasal 33
redaksi lama, dan ada pula yang memilih untuk mengubahnya,
setidaknya menambahkan sejumlah ayat sebagai pelengkap.
Namun nyatalah di situ persoalannya: perdebatan menemui
jalan buntu. Puncaknya Prof. Mubyarto kemudian mengundurkan
diri sebagai Koordinator Tim Ahli. Yang terjadi kemudian adalah
pembahasan Pasal 33 berakhir dengan ditambahkannya ayat (4)
dan (5).
Kalau kita teliti di buku ini, kehadiran Tim Ahli sejak awal
terkesan seperti dijadikan “stempel ahli” saja, karena di dalam
iii

