Page 7 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 7

Susanto Polamolo
            Elnino M. Husein Mohi
            PERDEBATAN PASAL 33
            DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945


            Jakarta-Jogja untuk membantu saya menelusuri bahan-bahan
            yang dibutuhkan di perpustakaan DPR-RI dan MPR-RI. Kalau
            saya kebetulan sedang tugas ke daerah-daerah, maka  yang
            membantunya menelusuri bahan-bahan referensi adalah staf ahli
            saya.
                  Tidak mudah memang, terutama data-data historis, tak
            mudah didapatkan. Buku-buku  yang membahas mengenai
            sejarah perumusan Pasal 33 juga tak begitu banyak. Sumber
            primer Sidang  Bunkakai (Panitia) Ekonomi  yang dipimpin Bung
            Hatta sulit dilacak dan ditemukan, sehingga sebagian besar
            tulisan-tulisan yang menyinggung Pasal 33, sangat terasa tidak
            cukup buat dijadikan sandaran.
                  Oleh karena kendala referensial itu sehingga tidak
            memungkinkan bagi kami menyajikan debat-debat sejak Sidang
            BPUPK-PPKI pada 1945 silam, khususnya debat yang berlangsung
            dalam Bunkakai (baca: komite/kepanitiaan kecil) Ekonomi yang
            merumuskan Pasal 33. Maka, penyusunan kami batasi tahun 1999-
            2002, di mana sepanjang tahun ini terjadi peristiwa konstitusional
            penting: diamandemennya UUD 1945.
                  Perubahan UUD 1945 yang terjadi sepanjang tahun 1999-
            2002 merupakan salah satu proses penting  yang berlangsung
            di MPR-RI, melalui Badan Pekerja, yang kemudian membentuk
            Panitia  Ad Hoc  (PAH), dengan tugas-tugas penting melakukan
            rapat, membentuk  Tim  Ahli, serta merumuskan substansi-
            substansi pokok materi UUD 1945 yang akan diamandemen.
                  Dalam banyak catataan para ahli hukum tata negara
            perubahan UUD 1945 yang berlangsung empat kali berturut-turut
            itu cacat prosedural. Mungkin karena krisis politik dan ekonomi



                                        vi
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12