Page 9 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 9

Susanto Polamolo
            Elnino M. Husein Mohi
            PERDEBATAN PASAL 33
            DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945


                  Ketetapan yang pertama seketika mengganti Pasal 7 UUD
            1945, padahal UUD 1945 belum diubah—yang artinya ketetapan
            ini melanggar Pasal 37.

                  Ketetapan  yang kedua, berdasarkan pasal 50 ayat (2),
            Setelah  keanggotaan  baru  dilantik  (Pemilu  1999)  harusnya
            mengubah UUD 1945 hanya dibahas sekali saja, di awal SI atau
            di akhir masa jabatan, bukan di dalam Sidang Tahunan (ST), dan
            berturut-turut pula.
                  Pada  awalnya  yang disepakati adalah mekanisme
            addendum. Alih-alih  melakukan  addendum  (baca: penambahan
            klausula pasal  yang terpisah tapi melekat pada klausula pasal
            induknya) tapi ketika klausul perubahan dicocokkan, meminjam
            Prof Jimly, tidak “klop” antara klausul perubahan dengan klausul
            asli.
                  Maka, ini kemudian menyebabkan masalah berikutnya,
            UUD yang telah diamandemen itu mestinya tak lagi disebut UUD
            1945. Mendiang Prof Sri Soemantri dalam banyak kesempatan
            selalu menekankan bahwa perubahan yang dilakukan sebanyak
            empat kali berturut-turut 1999-2002  itu sudah merupakan
            penggantian konstitusi (change the constitution).

                  Sehingga,  UUD  1945  yang  telah  diamandemen  itu
            mestinya disebut UUD 1999-2002.  Atau disebut berdasarkan
            heading-nya di TAP MPR yang menetapkannya: “Putusan MPR-
            RI tentang Perubahan UUD 1945” untuk perubahan pertama;
            sedang yang kedua sampai keempat, “Perubahan Kedua [Ketiga,
            Keempat]  UUD 1945”. Dan lazimnya, setiap produk peraturan
            perundang-undangan wajib  menulis  heading tersebut pada
            setiap konsiderannya.



                                       viii
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14