Page 11 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 11

Susanto Polamolo
            Elnino M. Husein Mohi
            PERDEBATAN PASAL 33
            DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945


                  Perdebatan Pasal 33  yang terjadi baik di antara para
            anggota Panitia Ad Hoc (PAH), hingga Tim Ahli Bidang Ekonomi
            yang dikoordinatori oleh Prof. Mubyarto, sangat penting untuk
            didokumentasikan dalam bentuk buku.  Agar perdebatan-
            perdebatan itu dapat dipelajari oleh generasi yang akan datang.

                  Perdebatan-perdebatan yang alot antara para politisi dan
            sesama  Tim  Ahli Bidang Ekonomi itu penuh dengan gagasan.
            Karenanya, saya dan Susanto Polamolo memutuskan untuk
            menyusunnya, dengan memadukan antara notulen yang disusun
            oleh MPR-RI dan framing notulensi  yang disusun Mahkamah
            Konstitusi, dengan tambahan sedikit analisa genealogi gagasan-
            gagasan yang bersinggungan langsung dengan Pasal 33.

                  Kami berterima kasih kepada sejumlah staf ahli saya yang
            telah bersedia direpotkan menelusuri bahan-bahan. Saudara
            Muhammad  Amin, Syamsu Panna, Rustam  Amiruddin, hingga
            Fazel Noor. Kami juga berterima kasih kepada beberapa kolega
            yang telah bersedia membaca naskah ini dan memberi masukan,
            Dr. Lusia Indrastuti, Dekan Fakultas Hukum Universitas Slamet
            Riyadi Surakarta.  Juga teman-teman peneliti di Bengawan
            Institute Surakarta yang dipunggawai Setyo Puji S. Juga rekan-
            rekan peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengkajian Konstitusi
            (LP2K) yang dikomandoi oleh Susanto Polamolo sendiri.
                  Rekan-rekan politisi senior rasanya perlu disebutkan
            karena perhatian mereka terhadap Pasal 33 seringkali lebih besar
            dari keinginan saya menyusun buku ini. Saya berterima kasih
            kepada  para  senior,  Ahmad  Muzani,  Fadli  Zon,  Fahri  Hamzah,
            Edhy Prabowo, dan Fary Djemi Francis.




                                        x
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16