Page 83 - BUKU BERKARYA DI TENGAH PANDEMI
P. 83
BERKARYA DI TENGAH PANDEMI
SATU TAHUN KINERJA M. AZIS SYAMSUDDIN
WAKIL KETUA DPR RI BIDANG KORPOLKAM
pemahaman kita terhadap Papua bersifat subjektif, hingga
kebijakan yang diselenggarakan menjadi kurang inklusif.
Sebagai pengelola negara, pemerintah tentu sah-sah saja
untuk mendefinisikan Papua dan mengkonseptualisasikan
program pembangunan berdasarkan peta definitifnya. Namun,
akan lebih elok kiranya bila kita mengajak masyarakat Papua
bersama-sama mendefinisikan bumi Cendrawasih yang luas
dan kaya tersebut. Bukan tidak mungkin sebagaimana Aceh,
Yogyakarta, Bali, dan sejumlah daerah lain di Indonesia
masyarakat Papua juga memiliki mimpi kolektif mereka yang
khas, yang merupakan identitas primordial mereka dalam peta
kebhinekaan di Indonesia.
Kemudian, terkait isu marjinalisasi dan diskriminasi orang
asli Papua sama seperti masalah sebelumnya agaknya
pemerintah Indonesia juga perlu melihat dari perspektif yang
lebih luas. Sebab masalah marjinalisasi dan diskriminasi pada
hakikatnya tidak hanya terkait dengan masalah ekonomi dan
kesejahteraan, tapi lebih pada masalah hak-hak politik warga
negara.
Barrington Moore, Jr dalam karyanya yang berjudul “The
Social Origins of Dictatorship and Democracy” mengemukakan,
bahwa struktur kelas yang terbentuk dalam satu masyarakat/
negara, bukan ditentukan oleh faktor/masalah ekonomi,
melainkan masalah “political privilege”. Inilah yang agaknya
52
belum didapat sepenuhnya oleh masyarakat Papua secara
keseluruhan.
52 Barrington Moore, Jr: 1966
74