Page 89 - BUKU BERKARYA DI TENGAH PANDEMI
P. 89
BERKARYA DI TENGAH PANDEMI
SATU TAHUN KINERJA M. AZIS SYAMSUDDIN
WAKIL KETUA DPR RI BIDANG KORPOLKAM
Strategi pemberantasan korupsi disusun seiring dengan teori
tentang korupsi itu sendiri. Sebagai wujud pembelajaran
dari perjalanan memahami mengapa dan bagaimana orang
melakukan korupsi, serta bagaimana mencegahnya terjadi lagi.
Sebagian teori bicara tentang niat dan kesempatan, sebagian
lagi memahaminya dari faktor pendorong dan penarik/
pemicu tindakan korupsi.
Robert Klitgaard menggambarkan bahwa korupsi terjadi karena
adanya monopoli dan diskresi tanpa adanya akuntabilitas. [C
= M + D – A]. Karenanya Klitgaard menyarankan bahwa
55
untuk mengurangi korupsi maka monopoli harus dikurangi,
diskresi pejabat dibatasi dan akuntabilitas ditingkatkan. Ini
artinya dalam jangka panjang, melawan korupsi memerlukan
perbaikan sistem dan itu lebih luas dari sekedar aturan hukum
yang lebih baik dan kode etik/kode perilaku.
Klitgaard mengungkap langkah mengurangi korupsi yang
dilakukan oleh beberapa negara/pemerintah kota/institusi
sebagai berikut:
1) Mengurangi monopoli, dengan kata lain mengefektifkan
persaingan sehat.
2) Membatasi diskresi berarti memperjelas aturan main
dan mengumumkannya kepada masyarakat.
3) Meningkatkan akuntabilitas, yang bisa berarti banyak
hal, di sinilah kreativitas pemimpin ditunjukkan dengan
banyak cara. Meningkatkan akuntabilitas bisa dilakukan
55 Robert Klitgaard [C (corruption) = M (monopoly) + D (discretion) – A (Accountablility)]
80