Page 58 - MAJALAH 80
P. 58
KUNJUNGAN KERJA KOMISI VII
KUNJUNGAN KERJA
Menanggapi hal tersebut Ang- bulkan kerugian,” katanya Politisi mian untuk mengembangkan la-
gota Komisi VII Daryatmo Mardi- perempuan dari Fraksi partai de- pangan gas dan deltanya dibayar
yanto mendesak PT. Pertamina mokrasi Indonesia Perjuangan itu. pemerintah agar gas dapat dijual ke
menambahkan kuota bahan bakar Anggota Komisi VII lainnya Sat- dosmetik. Dengan demikian akan
solar bagi nelayan. pembangunan ya Yudha dari Fraksi Partai Golon- ada ketertarikan dari investor.
perikanan dan kelautan harus didu- gan Karya mengatakan Kebiasaan Permasalahan di bidang mi-
kung dengan infrastruktur yang op- mempergunakan minyak dan gas nyak dan gas bumi yang ada seka-
timal untuk memudahkan nelayan bumi masih terus dilakukan tanpa rang adalah potensi gas dan mi-
mendapatkan bahan bakar solar. pemerintah memikirkan energi al- nyak ada, tetapi siapa yang akan
“Pertamina harus membantu para ternative. mengembangkan. Power plan ener
nelayan terutama dalam hal kemu- Selanjutnya dalam dia meng- gi primer tidak harus dari gas ada
dahan mendapatkan bahan bakar inginkan agar adanya pengaturan alternatif lain seperti energi ba-
solar, dan menambahkan kuota agar para investor dapat memilih tubara, namun permasalahnnya
solar bagi nelayan,” kata anggota opsi dalam mempergunakan energi spesifikasi batu bara yang diminta
asal pemilihan Kudus, Jepara, De- untuk pembangkit listrik. ”UU Mi- PLN untuk pembangkitnya banyak
mak. gas diharapkan dapat memberikan kualitasnya dibawah spesifikasi
Sementara itu menanggapi opsi dalam mempergunakan energi batu bara yang ada di Indonesia.
permintaan tersebut Direktur Pe- pembangkit listrik,” katanya. Hal itu menurutnya spesifikasi itu
ngolahan PT. Pertamina Rutmi Ha- Menurut pengamatannya PT. dibuat untuk tidak mengakomoda-
dihartini mendukung penyediaan Indonesia Power mempergunakan si hasil produksi batu bara. Domes-
bahan bakar solar untuk nelayan. komposisi yang mahal dan tidak ma- tik marker obligation (DMO) yang
hal masih tidak imbang. Pemakaian diberikan untuk batu bara dijual
Segera menyelesaikan Energi mahalnya lebih banyak, NFO di domestik namun tidak dapat di-
Roadmap Energi dan HSD lebih besar. sementara sa- pergunakan PLN karena spesifikasi
Pemerintah dinilai belum ba- saran gas kedepan PT.Indonesia dari power plan yang mengguna-
nyak dalam mengatasi energi nasi- Power yang mencanangkan pem- kan batubara tersebut mempunyai
onal. Komisi VII Dewan Perwakilan bangkit seluruh indoneis 45% ber- kadar yang lebih rendah.
Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bahan bakar gas. Tapi masih ba- Sedangkan, penggunaan panas
menginingkan Pemerintah segera nyak terkendala ganjalan seperti bumi juga masih terkendala dengan
menyelesaikan Roadmap energi kebijakan keberpihakan gas untuk perizinan lingkungan karena rata-
sebagai panduan kebijakan energi domestik juga harus ada. rata terletak pada kawasan hutan
nasional. Untuk itu, Pemerintah harus lindung. Perlu SKB dari beberapa
”Perlu sinkronisasi roadmap membenahi kebijakan harga gas. menteri atau perpres terkait peng-
Dewan Energi Nasional dengan Dia mengusulkan kebutuhan gas gunaan energi panas bumi untuk
pemerintah,” kata Anggota Komi- dosmetik disubsidi pasial, jadi kon- pembangkit listrik. (as) foto: as &
si VII Dewi Aryani Hilman, di sela traktor menerima harga keekono- doc parle
Kunjungan Kerja ke Unit Bisnis
Pembangkit Semarang PT. Indone-
sia Power, Jawa Tengah. Pemerin-
tah sebagai pengendali kebijakan
harus mengevaliasi kembali apa
yang telah dikerjakan, yang belum
dikerjakan, yang sudah dijanjikan
tapi belum dilaksanakan dan apa
rencana selanjutnya.
Negara Indonesia mempunyai
banyak potensi energi yang belum
maksimal dan belum serius dikem-
bangkan oleh pemerintah. ”Potensi
gas 40% dunia ada di Indonesia,
geotermal panas bumi, batubara
belum serius, penggunakan energi
yang digunakan belum efektif dan
tidak ekonomis. Sehingga menim-
5
58 | PARLEMENTARIA | Edisi 80 TH. XLI, 2010 | 5
ARIA |
TH. XLI, 2010 |
|
58 | PARLEMENTARIA | Edisi 80 TH. XLI, 2010 || PARLEMENTARIA | Edisi 80 TH. XLI, 2010 |
P
ARLEMENT
Edisi 80

