Page 55 - MAJALAH 72
P. 55

PROFIL



                                t
                               i
                              l
                                 i

                                  i
                                 s
                             o
                       a
                         a
                        l
                       alau  politisi  Partai   anak dan tiga cucu ini, masih merasa   moneter sedang melanda hebat di
                            p

                          u
                                      r
                                     a
                                       t
                                         i
                                        a
                                    P
            K K        (P P P)  di  DP R     sang Doktor Ekonomi ini, tengah   perbankangulungtikar,dengananalisis
                                                                             Indonesia dan puluhan perusahaan
                          a
                                         n
                           t
                                    n
                          s
                                            perlu untuk terus menimba ilmu. Kini,
                        e
                         r
                                   a
                            u
                                      u
                               P
                                e
                                 m
                                     g

                             a
                                        a
                                  b
                                       n
                             n
                       P
                       Persatuan Pembangunan
                          P
                                di
                           P)
                                    DP
                                        R
                       (P
                                                                             yang sederhana, Anwar berpendapat

                                 p
                                            berjuang untuk melengkapi seluruh
                                i
                               a
                              s
                                  e
                                      a
                                       l
                                        a
                                     o
                                   r
                                    s
                                         n
                       menguasai  persoalan
                          n
                         e
                            u
                           g
                       m
                             a
                                 bagaimana
                       Islam
                             dan
            K K K K K K K K KIslam  dan  bagaimana
                                                                             karena para bankir tidak melaksanakan
                                            Guru Besar (Profesor) di bidang Ilmu
            memperjuangkan nilai-nilai agama     persyaratan untuk menjadi seorang   bahwa penyebab kebangkrutan tadi
            samawi itu dalam produk politik, adalah   Ekonomi.               prinsippemberiankreditsecarabaikdan
            hal yang sangat wajar, mengingat visi   Perjuangan politiknya di DPR  benar. ”Lima prinsip dalam pemberian
            dan misi partai hasil fusi partai-partai   memasukkannilai-nilaiIslam,terutama  kredit perbankan yang dikenal dengan
            Islam pada 1973 memang demikian.   pada periode awal duduk sebagai  5 C ( character, capacity, condition of
               Tetapi,  mencari  figur  yang   wakil rakyat hasil Pemilu 1997 atau  economic, capital, dan collateral)collateral)collateral telah
            menguasai soal Islam dan sekaligus   DPR masa bakti 1997-1999 menurut  dilanggar,” jelasAnwar.
            masalah ekonomi dan transportasi laut,   pengakuan Anwar Sanusi, telah  	  Dalam keseharian sebagai wakil
            boleh dibilang jarang. Di antara sedikit   berhasil		memasukan lima prinsip  rakyat, Anwar Sanusi lebih banyak
            politisi itu, adalah Dr. H. ANWAR   syariah dalam UU No. 10 tahun 1998  menggeluti persoalan yang menjadi
            SANUSI,  SH,  S.Pel,  MM,  Ketua   tentang Pokok-Pokok Perbankan.  bidang tugasnya, terutama soal
            Pengurus Harian Dewan Pimpinan   Lima prinsip syariah itu, yakni prinsip  Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil,
            Pusat Partai Persatuan Pembangunan   mudharabah (bagi hasil pemodal  dan Menengah, juyga tentang Kinerja
            (DPP PPP), yang juga Ketua Umum   dan pengelola), musyarakah (bagi  ratusan Badan Usaha Milik Negara.
            Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI),      hasil sesuai modal), murabahah (jual  Di samping itu, perjuangannya untuk
            Organisasi Massa Islam yang ketika   beli), ijarah (sewa), dan ijarah wa  tetap memasukkan nilai-nilai Islam
            masih berstatus sebagai Partai Islam   iqtina (sewa beli). Menurut Anwar, itu  dalam setiap produk undang-undang
            merupakan salah satu pendiri PPP,   adalah payung dari ekonomi syariah  terus menggelora, terutama ketika
            disamping  PARMUSI.  NU,  dan   khususnya perbankan syariah, dan  terlibat secara aktif dalam pembahasan
            Syarikat Islam.                 dengan disahkannya undang-undang  undang-undang yang berkaitan erat
               Pria  kelahiran  Indramayu,  11   tersebutmakamulaitahun1998,secara  dengan masalah perekonomian. Hal
            September 1953 ini adalah Wakil Ketua   resmi di Indonesia berlaku sistem  ini terlihat ketika membahas undang-
            Komisi VI DPR RI yang membidangi   perbankan konvensional (umum) dan  undang tentang Lembaga Pembiayaan
            Perindustrian, Perdagangan, Badan   sistem perbankan syariah.		  Ekspor Indonesia (LPEI), ia tidak lupa
            Usaha Milik Negara (BUMN), Koperasi   	  ”Dalam undang-undang perbankan  memasukkan prinsip-prinsip syariah,
            dan UKM, Penanaman Modal, KPPU,   sebelumnya (UU No.7 Tahun 1972).  baik dalam hal pembiayaan, asuransi,
            BSNI,  BPKN,  dan  DEKOPIN.     tercantum lebih mendahulukan     maupun dalam hal penjaminan.
            Penampilannya  yang  sederhana,   rentabilitas daripada liquiditas, Anwar  Mengenai  Badan  Usaha
            murah senyum memperlihatkan sosok   berfikir bahwa frasa ini harus diubah,  Milik  Negara  (BUMN)  Anwar
            politisi berpengalaman. Meskipun telah   danberdasarkanpengalamannyabekerja  Sanusi  menjelaskan,  bahwa  saat
            menjadi seorang politikus yang disegani,   dibank,makadenganalasanyanglogis  ini jumlahnya ada 139 perusahaan,
            pendidikan tetap menjadi salah satu   akhirnya diterima oleh seluruh fraksi  dengan nilai  kekayaan, kurang lebih
            prioritas yang tak bisa dilepaskannya.   bahwa memang diakui, seyogyanya  2500 triliun rupiah, sayangnya, kinerja
            Meskipun jabatan Ketua (Rektor) telah   likuiditasperusahaanharusdidahulukan  sebagian besar BUMN kurang optimal,
            dipegangnya di salah satu perguruan   daripadarentabilitas,kemudianbarulah  dan masih memerlukan terapi khusus
            tinggi terkemuka di Jakarta, ayah tiga   solvabilitas. Ketika itu 1998, krisis  untuk menyehatkan dan meningkatkan
 Mengawal  Syariah Islam                                                     fungsi, yaitu profit oriented, dan agent
                                                                             kinerjanya.
                                                                               Posisi BUMN memiliki dua
                                                                                                  dan
                                                                                                  dan
                                                                                                         t
                                                                                                        e
                                                                                                        n

                                                                                                      a
                                                                                                       g
                                                                             of  development  atau  public  service
                                                                                            perusahaan
                                                                             obligation. Misalnya,perusahaan		Kereta

                                                                                            perusahaan
                                                                             Api, sebenarnya tidak perlu harus
 Dalam Produk  UU DPR                                                        mendapatkan keuntungan, tapi yang
                                                                             penting bagaimana dia memberikan
                                                                             pelayanan yang baik kepada
                                                                             masyarakat. Contoh lain, perusahaan
                                                                             BULOG,seyogyanyaberfungsisebagai
                                                                             pengadaankebutuhanpokokmasyarakat
                                                                             termasuk menjaga kestabilan harga-
                                                                             harga barang, tidak perlu harus untung,
                                                                             asalkan peranannya jelas memberikan
                                                                             manfaat kepada masyarakat.
                                                                               PARLEMENTARIA TH. XL NO. 72
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60