Page 14 - Stabilitas Edisi 193 Tahun 2023
P. 14
EDITORIAL
Mendesak Pembenahan
Tata Kelola
eharusnya tahun 2023 menjadi tahun persistennya inflasi tinggi dibeberapa negara-
yang menggembirakan dan penuh negara maju.
harapan buat semua pelaku bisnis. Kenyataan itu jelas makin memberatkan
SSebabnya, pemulihan ekonomi pasca jalannya roda bisnis di industri keuangan, terutama
keterpurukan ekonomi akibat pandemi mulai bisa di lini bisnis selain bank. Sebabnya, tanpa adanya
dirasakan banyak orang. Namun nada kegembiraan persoalan global saja, sektor tersebut sudah terbelit
itu hanya bertahan tidak sampai akhir tahun masalah yang cukup rumit.
2022. Karena dunia kembali mengkhawatirkan Saat berada dalam pusaran krisis pandemi,
perekonomian tahun 2023 terkait konflik sektor asuransi adalah yang cukup terpukul. Tidak
geopolitik di Eropa dan juga ketidakpastian terkait mudah memasarkan asuransi ketika itu. Kinerja
normalisasi kebijakan moneter di negara-negara asuransi terganggu karena intenstas penyedia
utama dunia. layanan bertemu dengan nasabah sangat terbatas.
Keadaan tersebut diperkuat oleh laporan Hal ini bukan hanya permasalahan yang dihadapi
institusi ekonomi global, OECD. Organisasi itu oleh pelaku usaha asuransi semata, tetapi juga
mengatakan bahwa perekonomian dunia telah perusahaan pembiayaan dan pelaku IKNB lainnya.
kehilangan momentum pemulihannya karena Tantangan bertambah ketika di dalam
berbagai faktor. Di antaranya pengetatan kebijakan lingkungan asuransi sendiri timbul perkembangan
moneter global, tingginya harga komoditas yang tidak menguntungkan buat industri secara
energi dunia karena tensi geopolitik, serta masih keseluruhan. Adalah perang tarif antar perusahaan
14 Edisi 193 / 2023 / Th.XVIII www.stabilitas.id

