Page 15 - Stabilitas Edisi 193 Tahun 2023
P. 15
yang membuat lingkungan bisnis menjadi secara prudent yang perlu dilengkapi menegakkan praktik tata kelola
makin tidak sehat. Praktik yang bisa dengan kajian yang komprehensif dan perusahaan yang baik di sektor tersebut.
dilihat adalah perusahaan-perusahaan analisis fundamental. Tak kurang dari Kepala Eksekutif
asuransi saling menawarkan asuransi Ya, dalam dua tahun belakangan Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa
dengan harga yang sangat rendah untuk publik telah melihat bagaimana Asuransi Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan
menarik konsumen. Jiwasraya telah memberikan citra buruk Konsumen OJK Friderica Widyasari
Otoritas Jasa Keuangan sendiri pada industri proteksi. Kasus penipuan Dewi yang mengakui, kebanyakan kasus
bukannya tidak mengetahui di industri asuransi yang telah terjadi yang ada di industri asuransi berkaitan
perkembangan tersebut. Malahan hasil di antaranya adalah yang menimpa dengan penerapan market conduct.
temuan otoritas diketahui rata-rata asuransi AJB Bumiputera, Kresna Life, Banyak pihak yang terkait asuransi
premi yang dibayarkan asuransi kredit Jiwasraya, hingga Wanaartha Life. tidak memiliki kompetensi atau tidak
sebesar kurang dari 1 persen. Sementara Bahkan kasus-kasus itu telah menyita melakukan praktik penawaran atau
rata-rata tingkat gagal bayar atau default perhatian Presiden Joko Widodo dan penjualan yang sesuai dengan etika
asuransi kredit di kisaran 2-3 persen. meminta regulator terkait untuk segera sesungguhnya.
Market conduct merupakan tata cara
Persoalan tata kelola perusahaan telah dan perilaku pelaku jasa keuangan dalam
mendesain, menyampaikan produk
membuka Kotak Pandora di industri informasi produk, membuat perjanjian,
keuangan nonbank. Karena itu juga regulator melakukan layanan, dan melakukan
penawaran kepada masyarakat.
telah mengafirmasi akan mendesak pelaku Beragam rintangan yang memberikan
usaha untuk kembali menegakkan praktik beban tambahan bagi industri tersebut
tentu akan memberatkan langkah para
tata kelola perusahaan yang baik. pelaku usaha sektor keuangan dalam
menjalani bisnis 2023 ini. Padahal
Kenyataan itu tentu memberikan solusi kepada para nasabah di sisi lain mereka juga harus segera
mengkhawatirkan, tidak hanya bagi yang dirugikan. membenahi layanan kepada masyarakat
regulator namun juga publik secara Terkait hal tersebut pula, OJK telah dengan mengadopsi teknologi digital.
keseluruhan. Bagaimana tidak, di tengah meminta perusahaan asuransi untuk Sebabnya digitalisasi layanan saat ini
peningkatan kasus gagal bayar yang menjalankan praktik underwriting bukan lagi merupakan pilihan, namun
menimpa asuransi dalam dua tahun secara pruden dan menghindari praktik sudah menjadi keharusan bahkan
belakangan, dalam industri sendiri persaingan usaha secara tidak sehat keumuman bagi pelaku industri.
berkembang praktik bisnis tidak sehat dalam bentuk perang tarif. Sehingga Memang bagi pelaku IKNB,
yang akan menggerogoti performa besaran premi yang dikenakan kepada seharusnya tahun 2023 menjadi
industri. Dan hal itu mengancam bagai pemegang polis sesuai dengan tingkat tahun untuk menyiapkan diri untuk
kanker. risiko asuransi yang ditanggung atau mengembalikan kinerja bisnis kembali ke
Otoritas bahkan mengaitkan dikelola oleh perusahaan asuransi. posisi sebelum krisis pandemi melanda.
antara praktik perang tarif ini dengan Memang persoalan tata kelola Tetapi apa boleh buat, tak ada pilihan
meningkatnya kasus penipuan perusahaan telah membuka Kotak lain bagi semua stake holder IKNB
pada nasabah dan gagal bayar pada Pandora di industri keuangan nonbank, kecuali untuk memperbaiki diri terutama
perusahaan asuransi. Regulator pun terutama asuransi. Karena itu juga dari sisi governance, sembari terus
memberi kode keras agar perusahaan regulator telah mengafirmasi akan melakukan transformasi layanan ke arah
asuransi menjalankan strategi investasi mendesak pelaku usaha untuk kembali digital.*
www.stabilitas.id Edisi 193 / 2023 / Th.XVIII 15

