Page 142 - Generasi Muda Reforma Agraria
P. 142

Kumpulan Naskah Esai Terbaik Pada Lomba Esai Agraria   121

              penyebab  utama  rendahnya  pendapatan  petani di Indonesia
              adalah  mayoritas  petani memiliki lahan  pertanian  yang
              sempit. Rata-rata setiap petani di Indonesia hanya menguasasi
                                                   4
              tidak lebih dari 0,3 hektar tanah garapan .
                  Jika dikomparasikan dengan kondisi sumber daya agraria
              yang dimiliki Indonesia, sejatinya  fenomena  kekurangan
              lahan garapan bagi petani tidak sepatutnya terjadi. Indonesia
              merupakan  salah  satu  dari sepuluh  Negara  di dunia  yang
              memiliki wilayah  daratan  terluas, yaitu  mencapai 191,09
              juta  hektar. Lebih  lanjut, menanggapi permasalahan  terkait
              pemanfaatan  tanah, maka   idealnya  seluruh  asset  Negara

              dimanfaatkan   untuk  mewujudkan    kesejahteraan  rakyat
              Indonesia.
                  Menilik  kondisi pertanahan  Indonesia  ternyata  masih
              luas  daratan  Indonesia  yang belum  dapat  digunakan  secara
              produktif, baik oleh pemerintah maupun oleh rakyat sendiri.
              Kurangnya  koordinasi antar  berbagai instrument  Negara

              menyebabkan masih banyak ditemukan tanah yang memiliki
              status Tanah Mati (Dead Ground). Dalam perspektif Hukum
              Islam jenis tanah ini dikenal dengan istilah Al-Mawat. Lebih
              lanjut, pemanfaatan tanah mati disebut dengan istilah Ihyaul
                    5
              Mawat . Menurut  hukum   Islam, yang termasuk  tanah  mati
              adalah semua tanah yang tidak dimiliki oleh seseorang baik
              Islam maupun non Islam dan tidak dimanfaatkan oleh sebab



              4   Badan  Pusat  Statistik  (BPS). Kenapa Petani Indonesia
                  Berpenghasilan  Rendah  ?,  diolah  bisnis.liputan6.com
                  (Desember, 2013)
              5   Chandra Natadipurba. Ekonomi Islam 101 (Bandung, 2015), hlm. 315
   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147