Page 145 - Generasi Muda Reforma Agraria
P. 145

124   Generasi Muda Reforma Agraria

                         12
            Tanah   (P4T) .  Dengan   demikian,  mengingat   sangat
            pentingnya  sector  pertanian  terhadap  kesejahteraan  rakyat
            serta masih banyaknya sumber daya pendukung yang belum
            termanfaatkan  secara  optimal maka  sejatinya  political  will
            (kemauan politik) pemerintah untuk mengembangkan sektor
            ini perlu dilakukan secara totalitas.

                Dengan  mengamati kondisi tersebut  maka  perlu  adanya
            suatu solusi alternatif agar petani dapat meningkatkan volume
            produksinya  melalui pemanfaatan   tanah  mati. Dengan
            demikian, petani tidak  perlu  mengeluarkan  biaya  modal
            yang cukup  tinggi untuk  menambah  luas  lahan  garapannya,

            mengingat  petani di Indonesia  memiliki aset  yang terbatas.
            Jika  harus  menambah  lahan  garapan  maka  petani Indonesia
                                                      13
            perlu menabung dalam waktu yang cukup lama . Menimbang
            hal tersebut, salah satu inovasi program untuk meningkatkan
            kapasitas dan volume produksi petani Indonesia adalah melalui
            mekanisme distribusi tanah secara syariah dengan menerbitkan
            (Ihyaul Mawat) Certiicate atau Sertiikat Tanah Mati.

                Pemanfaatan  tanah  mati sejatinya  telah  dilakukan  di





            zaman Rasulullah SAW dan telah diatur dalam Hukum I



            Dalam perspektif syariah, jika terdapat suatu lahan yang tidak
            dikelola  maka  setiap  orang bebas  untuk  menghidupkannya
            (memanfaatkannya) . Kendati demikian, di zaman  modern
                              14
            12   Badan Pertanahan Nasional (BPN)(2014)
            13  Supriatna  Tjahya. Strategi Pembangunan dan Kemiskinan.
                (Jakarta, 2000), hlm. 2
            14  M. Azmi,. Fakhriyan. Alih Fungsi Hak Kepemilikan Tanah Non
                Produktif Menjadi Tanah Produktif (Ihya Al-Mawat) Perspektif
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150