Page 141 - Generasi Muda Reforma Agraria
P. 141
120 Generasi Muda Reforma Agraria
Kendati demikian, ketergantungan yang tinggi
tersebut belum mampu menjamin tingginya kualitas hidup
stakeholders (pemangku kepentingan) sektor pertanian di
Indonesia, khususnya petani tradisional. Berdasarkan data
Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS),
kemiskinan di Indonesia hingga kini masih didominasi oleh
masyarakat pedesaan yang mayoritas berprofesi sebagai
2
petani . Di lain sisi, tingkat produksi sektor pertanian
selama sepuluh tahun terakhir mengalami penurunan secara
bertahap. Berdasarkan hasil Sensus Tani (ST) yang dilakukan
oleh BPS di tahun 2013, hal ini merupakan dampak atas
penurunan jumlah rumah tangga usaha pertanian. Pada
tahun 2013 jumlah rumah tangga pertanian sebanyak 26,14
juta. Angka ini mengalami penurunan sebesar 16,32% sejak
sensus sepuluh tahun sebelumnya (ST 2003), yaitu 31,23 juta
3
rumah tangga tani .
BPS memaparkan bahwa penurunan tersebut disebabkan
oleh rendahnya pendapatan petani untuk meregenerasi
usahanya. Rata-rata petani di Indonesia memperoleh
penghasilan Rp 1 juta per bulan. Angka ini masih jauh dari Upah
Minimum Propinsi (UMP) yang ditetapkan oleh pemerintah.
Oleh sebab itu, mayoritas petani yang berpenghasilan minim
memilih untuk beralih profesi dengan harapan memperoleh
sumber penghidupan yang lebih layak. Lebih lanjut, salah satu
2 Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS).
Angka Kemiskinan Indonesia per September 2014 (Jakarta, 2015),
hlm. 2
3 Survei Tani (ST) Badan Pusat Statistik (September 2013)

