Page 117 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 117
Aristiono Nugroho dkk.
nampak adalah situasi kebersamaan (togetherness situation)
dan situasi kelompok (group situation), sebagai situasi yang
merekatkan hubungan personal petugas kantor pertanahan
dengan para petani.
Sekretaris Desa Banjarpanjang (Suparna) menjelaskan,
bahwa ia kadang-kadang berdiskusi dengan petugas kantor
pertanahan yang tidak terkait dengan pertanahan. Hal
ini karena ia telah berteman secara pribadi atau personal
dengan salah seorang petugas kantor pertanahan, yang
pertemanannya lebih dekat pada persaudaraan. Sebagai
contoh, ia berdiskusi dengan “saudaranya” tentang Desa
Banjarpanjang yang memiliki PAUD (Pengasuhan Anak Usia
Dini), yang ditangani oleh seorang pengajar dengan honor
Rp. 2 juta per tahun. Ia juga berdiskusi tentang TPA (Taman
Pendidikan Al Qur’an) yang ada di desa ini, dan pembinaan
akhlak oleh tokoh agama kepada warga desa secara berkala.
Selain itu, ia juga berdiskusi tentang RT Siaga, yaitu RT atau
Rukun Tetangga yang siap mengatasi berbagai masalah,
terutama kesehatan.
Aneka ragam materi di luar pertanahan mewarnai
diskusi antara para petani dengan petugas kantor pertanahan,
terutama ketika keduanya berada pada situasi kebersamaan.
Latar belakang yang berbeda antara keduanya tidaklah
menghalangi keakraban suasana diskusi, bahkan justru
membangkitkan rasa ingin tahu, dan lepas dari bingkai
pertanahan. Kepentingan keduanya sama, yaitu ingin saling
memahami agar hubungan personal semakin erat layaknya
dua orang yang bersaudara. Kondisi ini akhirnya memberi
kesempatan kepada mereka, untuk saling melakukan imitasi
dan sugesti atas nilai-nilai yang diyakini kebenaran, kebaikan,
dan keindahannya.
98 99

