Page 121 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 121

Aristiono Nugroho dkk.
                    kebiasaan  lama  yang dilakukan  para  petani di  bidang
                    pertanahan,  antara  lain  berupa  upaya  untuk  melepas
                    ketergantungan pada  kemashuran  (fame)  nilai-nilai
                    pertanahan lokal (masa lalu).

                        Kemashuran nilai-nilai  pertanahan lokal  dikritisi,
                    ketika nilai-nilai pertanahan tersebut tidak sesuai dengan
                    nilai-nilai  pertanahan masa kin. Para  petani  diedukasi
                    oleh petugas kantor pertanahan, tentang keindahan nilai-
                    nilai pertanahan  masa  kini.  Bahkan ditegaskan pada para
                    petani, bahwa nilai-nilai  pertanahan masa kini mampu
                    mengurangi  terjadinya kejahatan  pertanahan,  melalui
                    sistem pendaftaran tanah.
                        Kebiasaan baru di bidang pertanahan yang disampaikan
                    oleh petugas kantor pertanahan relevan dengan pertanahan
                    modern, yang meliputi jaminan kepastian hukum hak atas
                    tanah. Upaya dilakukan melalui sertipikasi hak atas tanah,
                    yang melibatkan partisipasi para petani, kelompok tani, dan
                    gabungan kelompok tani yang ada di desa. Ketika sertipikasi
                    hak atas  tanah  telah  berhasil dilakukan,  maka  para  petani
                    dapat  memperoleh  kredit  usaha  tani  dari bank  dengan
                    mengagunkan hak atas tanahnya. Dalam konteks yang lebih
                    luas (tingkat  desa), kondisi ini  akan  dapat meningkatkan
                    “roda” perekonomian desa.

                        Peningkatan ekonomi desa dikonstruksi oleh aliran dana
                    bank kepada petani melalui skema kredit usaha, yang berbasis
                    pada kepercayaan bank  terhadap  petani. Kepercayaan
                    bank muncul,  ketika bidang  tanah  yang  dimiliki  petani
                    dilengkapi  dengan  sertipikat  hak atas  tanah.  Sementara
                    itu, sertipikasi hak atas tanah dapat berlangsung, saat para
                    petani dan masyarakat desa bersedia untuk berinteraksi dan
                    berkomunikasi  satu  sama lain. Interaksi  dan komunikasi

      102                                                                                                                                                    103
   116   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126