Page 125 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 125

Aristiono Nugroho dkk.
                        Kemampuan     para  petani   menerima   nilai-nilai
                    pertanahan masa kini  dibangun melalui komunikasi  yang
                    baik,  antara petugas  kantor pertanahan  dengan petani.
                    Komunikasi  berada  pada  wadah  yang  secara sosiologis
                    disebut “interaksi”,  serta merupakan instrumen  untuk
                    mendorong para pihak mencapai tujuan bersama. Sementara
                    itu, secara filosofis diketahui bahwa interaksi dimaksudkan,
                    untuk mengubah suatu pihak menjadi lebih dari sebelumnya.
                    Faktanya, instrumen yang paling sering digunakan saat para
                    pihak berinteraksi adalah komunikasi, yang wujudnya berupa
                    transmisi nilai-nilai pertanahan.

                        Kepiawaian para petugas kantor pertanahan berinteraksi
                    dan berkomunikasi, selanjutnya memberi kesempatan bagi
                    dilakukannya  promosi  nilai-nilai  pertanahan masa kini.
                    Namun hal  ini  tetap harus  diimbangi  dengan kepekatan
                    isi nilai-nilai  pertanahan masa kini,  terutama  dalam hal
                    peningkatan kesejahteraan para petani. Kondisi inilah yang
                    mampu membawa konsekuensi, berupa ketertarikan  para
                    petani pada nilai-nilai pertanahan masa kini.

                        Ketertarikan merupakan “amunisi”  utama bagi
                    keberhasilan  transmisi nilai-nilai  pertanahan masa kini
                    pada para petani. Sebagai amunisi, maka ketertarikan berada
                    pada posisi penting dalam interaksi dan komunikasi. Ketika
                    petani tertarik pada nilai-nilai pertanahan masa kini, maka
                    para petugas  kantor pertanahan  segera  mengaitkannya
                    dengan  aspek  spasial,  sosial,  dan  waktu.  Aspek  spasial
                    antara lain meliputi wilayah, batas, dan letak tanda batas
                    bidang  tanah. Sementara itu,  aspek  sosial  antara lain
                    meliputi pengakuan para tetangga batas atas bidang tanah
                    yang dimiliki  seorang  petani.  Selanjutnya, aspek waktu
                    antara lain meliputi kesegeraan melakukan sertipikasi hak


      106                                                                                                                                                    107
   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129   130