Page 130 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 130
Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
lain. Sementara itu, bobot positif kearifan lokal terlihat pada
semangat untuk saling mengakui batas bidang tanah, yang
dalam nilai-nilai pertanahan masa kini disebut “contradictoir
de limitatie”.
Sebagai sebuah kearifan lokal, maka kearifan nilai-
nilai pertanahan masa lalu sebagaimana yang diutarakan
oleh Sekretaris Gapoktan “Cepoko Mulya” Desa Cepoko,
tidaklah terletak pada teknis operasionalnya melainkan pada
filosofinya, sehingga layak dipertahankan dan diserap oleh
nilai-nilai pertanahan masa kini. Sebagai contoh semangat
menjaga hak atas tanah perlu diangkat ke level filosofi, dan
tidak terhenti di level teknis operasional. Hal ini penting,
karena bila semangat menjaga hak atas tanah hanya terhenti
di level teknis operasional, maka mindset yang muncul adalah
mindset “bakul sate” pada diri petani.
Mindset “bakul sate” tidak menguntungkan bagi
petani, karena menggerus perhatian mereka hingga hanya
tertuju pada satu komoditas pertanian saja, yang boleh jadi
kurang menguntungkan. Pada era ketika harga komoditas
pertanian masih sering dipermainkan oleh para tengkulak BAB III
dan pedagang, maka diperlukan aneka ragam komoditas
pertanian yang dikelola petani. Hal ini dilakukan agar para
petani tidak mengalami kerugian, saat salah satu komoditas
pertanian mengalami penurunan harga yang sangat drastis.
Untuk mencegah hadirnya mindset “bakul sate”, maka
perlu ada keluasan pandangan dan sikap para petani, terutama
dalam merespon dinamika pertanian dan pertanahan di
masa kini. Transmisi nilai-nilai pertanahan dan pertanian
dibutuhkan para petani, agar mereka mengerti cara tepat
dalam mengelola tanah dan usaha tani. Interaksi para petani
dengan petugas kantor pertanahan, penyuluh pertanian,
110 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 111

