Page 135 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 135
Aristiono Nugroho dkk.
Kebutuhan petani bagi terwujudnya keadilan,
kesejahteraan, dan harmoni sosial berbasis tanah, sebagian
telah diwujudkan di masa lalu melalui nilai-nilai pertanahan
masa lalu. Saat ini kebutuhan tersebut kembali diwujudkan
melalui nilai-nilai pertanahan masa kini, yang sebagian
sumber filosofinya adalah nilai-nilai pertanahan masa
lalu. Hal ini memperkuat keterangan Wahyu Sukmono
dan Suwarno D. yang berhasil memperlihatkan, bahwa ada
nilai-nilai pertanahan masa lalu yang relevan dengan nilai-
nilai pertanahan masa kini, yaitu hadirnya para tetangga
batas saat pemilik tanah memasang tanda batas, yang dalam
perspektif masa kini disebut “asas contradictoir delimitatie”.
Bagian nilai-nilai pertanahan masa lalu yang masih perlu
diperbaiki, dan disesuaikan dengan nilai-nilai pertanahan
masa kini adalah tanda batasnya, yaitu mengganti tanaman
dengan patok beton sebagai tanda batas. Aktivitas ini
memang tidak mudah, tetap ia tetap harus dilakukan, karena
merupakan tuntutan kekinian. Ketika itulah dibutuhkan
peran petugas kantor pertanahan dan perangkat desa sebaga
pembimbing, agar bidang-bidang tanah desa teradministrasi
dengan baik. Pembimbing berkewajiban menyadarkan
dan mengajak para petani, untuk bersedia secara sukarela
menerapkan nilai-nilai pertanahan masa kini.
Nilai-nilai pertanahan masa kini mewajibkan
penggantian tanaman dengan patok beton sebagai tanda
batas, sehingga dapat “dibaca” sebagai tanda terjadinya
penghentian transmisi nilai-nilai pertanahan masa lalu.
Sebaliknya, telah terjadi transmisi nilai-nilai pertanahan
masa kini pada para petani, yang secara operasional
disesuaikan dengan kebutuhan petani di masa kini. Transmisi
nilai-nilai pertanahan masa kini telah berlangsung secara:
116 117

