Page 137 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 137
Aristiono Nugroho dkk.
Tradisi pengelolaan batas bidang tanah di Desa
Banjarpanjang dipertahankan oleh para tokoh petani
setempat, sebagai pihak otoritatif yang memiliki kompetensi
tradisional. Para tokoh petani merupakan sumber informasi
bagi pengelolaan batas bidang tanah secara tradisional, yang
dalam konteks kekinian berupa penyaksian dan pengakuan
para tetangga batas. Kompetensi tokoh petani semakin
dihormati, ketika mampu diletakkan dalam semangat
penerapan nilai-nilai pertanahan masa kini. Tokoh petani
memiliki karakter yang kuat, dalam hal: (1) penguasaan
riwayat kepemilikan dan letak tanah; dan (2) pengelolaan
pengetahuan tersebut dengan baik melalui kemampuannya
menjelaskan pada orang lain.
Tradisi yang berisi kesepakatan sosial dalam hal batas
bidang tanah, yang tidak disertai pengukuran bidang
tanah, disebut general boundaries. Agar dapat beralih dari
general boundaries menjadi fix boundaries, maka perlu
dilakukan pengukuran batas bidang tanah. Fenomena ini
selain memperlihatkan pengamanan batas bidang tanah,
juga menunjukkan ditinggalkannya nilai-nilai pertanahan
masa lalu, dan mulai masuknya nilai-nilai pertanahan masa
kini. Kondisi ini diperkuat oleh teknologi pendukung fix
boundaries yang semakin canggih (sophisticate), dan semakin
menghadirkan nilai-nilai pertanahan masa kini.
Nilai-nilai pertanahan masa kini merupakan harapan
bagi para petani, agar mampu memberi jaminan kepastian
hukum bagi bidang tanah yang dimilikinya. Untuk memahami
nilai-nilai pertanahan masa kini, para petani terlebih dahulu
menempatkan posisi dirinya sebagai subyek keadilan,
kesejahteraan dan harmoni sosial, terutama di wilayah desanya.
Oleh karena itu, bagi para petani interaksi, sosialisasi, dan
118 119

