Page 142 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 142

Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
                    telah  mengetahui  urgensi surat-surat  tanah,  sehingga
                    mereka terdorong untuk menghimpun surat-surat tersebut
                    sebagai  upaya  pembuktian  secara  hukum,  yang  nantinya
                    juga  didukung  upaya  pembuktian secara sosial,  misal:  (1)
                    penguasaan  bidang  tanah  secara  fisik,  dan  (2)  pengakuan
                    para tetangga batas dan masyarakat sekitar bidang tanah.
                        Pembuktian  hak atas  tanah  milik  petani secara sosial,
                    merupakan suatu sistem tindakan (action systems), karena
                    di dalamnya terdapat adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi,
                    dan pemeliharaan pola. Berbekal kemampuan adaptasi yang
                    dimilikinya para petani  mempertahankan  tanah  mereka,
                    terutama dalam  menghadapi  external  demands. Tujuannya
                    jelas,  yaitu untuk  mempertahankan peran  tanah  sebagai
                    alat mencapai kesejahteraan. Untuk itu,  inter-relationship
                    dikelola oleh  para  petani agar  mampu  mengintegrasikan
                    para  pihak.  Akhirnya  kesemua  itu dipertahankan oleh
                    petani sebagai sesuatu yang laten, serta berisi motivasi dan
                    kesepakatan  sosial  dengan  menggunakan  internal-tensions
                    sebagai social control.

                        Sebagai  sistem  tindakan, pemberkasan  perolehan        BAB III
                    tanah  yang  berasal  dari  pewarisan merupakan  sebuah
                    sub-sistem. Meskipun  demikian  perangkat  Desa Cepoko
                    tetap bersemangat menyelesaikan  pemberkasan ini  secara
                    musyawarah,  dengan memanfaatkan Hari Raya Idul Fitri.
                    Pada momen itu anggota-anggota keluarga yang merantau
                    datang kembali ke Desa Cepoko,  sehingga mereka  dapat
                    bermusyawarah  untuk  menyelesaikan  masalah  waris.  Bila
                    setelah  bidang  tanah waris dibagi-bagi  secara  musyawarah
                    ternyata  masih ada ahli  waris  yang  belum datang,  maka
                    atas  persetujuan  pihak  keluarga ahli  waris,  kepala desa
                    menugaskan  perangkat desa  untuk  mendatangi ahli  waris


 122                                    Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan   123
   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147