Page 140 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 140

Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
                    secara sosial dan hukum. Bidang tanah petani secara sosial
                    diakui oleh tetangga batas, dan secara hukum wajib diakui
                    oleh  pihak-pihak lain, karena  telah  terdaftar  di  kantor
                    pertanahan. Prasyarat  fungsional inilah  yang  diterapkan,
                    untuk memelihara keberlangsungan kepemilikan  tanah
                    petani, kecuali ia mengalihkannya pada pihak lain.
                        Kemampuan para petani memelihara keberlangsungan
                    kepemilikan  tanahnya,  juga  dapat  dimaknai  sebagai
                    kemampuan melindungi  dan memanfaatkan hak  atas
                    tanahnya,  yang  selanjutnya  dapat mendorong  mereka
                    meningkatkan produktivitas.  Produksi  tanaman pangan
                    berpotensi meningkat, saat para petani bersungguh-sungguh
                    menggarap tanah dan menanaminya. Kesungguhan dimiliki
                    para  petani, ketika mereka memiliki jaminan kepastian
                    hukum atas kepemilikan tanahnya, karena jaminan memberi
                    perasaan tenang dan memunculkan etos kerja yang tinggi.

                        Rasa tenang sebagai pemilik tanah yang memunculkan
                    etos kerja tinggi, pada umumnya memang tidak serta merta,
                    melainkan berlangsung secara lambat laun. Secara bertahap
                    etos kerja petani meningkat makin tinggi dan terus semakin   BAB III
                    tinggi seiring dengan desakan peningkatan kebutuhan yang
                    berkelindan dengan  kesadaran dan  pengetahuannya.  Etos
                    kerja  terus  bergerak  dan  melahirkan  budaya  kerja  petani
                    di  desa,  hingga  terbangun  struktur  dan  sistem  sosial  yang
                    berbasis pada produksi. Perkembangan ini bersifat gradual,
                    kronologis, dan historis, sehingga ketika terjadi perubahan,
                    maka  perubahan itu  tidak menimbulkan “kegaduhan”  di
                    kalangan para petani.

                        Dalam konteks  etos kerja  para  petani, maka ia  tidak
                    dapat berdiri  sendiri, melainkan memiliki  relasi  dengan
                    pengetahuan  pertanahan dan etos  kerja  perangkat desa.

 120                                    Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan   121
   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145