Page 145 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 145

Aristiono Nugroho dkk.
                    relasi antara para petani dengan pihak  bank.  Pada sisi  ini,
                    tindakan pihak bank dapat dimaklumi, karena begitulah pola
                    relasi yang selama ini dibangun oleh keduanya (para petani
                    dan pihak bank).

                        Keinginan   para  petani   Desa  Cepoko,   untuk
                    mengagunkan hak atas tanahnya menjadi alasan kuat bagi
                    mereka, saat menerima transmisi nilai-nilai pertanahan masa
                    kini. Penerimaan ini  telah membuka jalan bagi hadirnya
                    kemampuan mereka, mengurus  sertipikasi hak  atas  tanah
                    melalui jalur  permohonan individual. Dengan berbekal
                    sertipikat hak atas tanah inilah, para petani mendapat kredit
                    dari pihak bank, dengan menjadikan hak atas tanah sebagai
                    agunan.
                        Kredit yang diperoleh para petani memiliki resiko yang
                    berat, terutama jika mereka tidak mampu mengembalikan
                    kredit. Resiko harus diperhitungkan oleh para petani dengan
                    mengabaikan tawaran  previlage (hak istimewa), kerena
                    seringkali  tidak dapat diunduh  saat dibutuhkan.  Selain
                    itu,  perlu  dihindari  asumsi  sederhana  yang  menganggap
                    mudah persoalan  kredit, padahal  tanpa pengelolaan dana
                    kredit yang baik, maka kredit tidak dapat dilunasi. Prospek
                    usaha  tani  yang ditekuni  juga  perlu diperhitungkan, agar
                    pemanfaatan  kredit  tepat  guna  dan  memberi  hasil  yang
                    memuaskan.

                        Penjelasan Suwarno D. tentang kredit usaha dari pihak
                    bank  yang  menjadi  alasan para petani  mensertipikatkan
                    hak atas tanahnya, ternyata memperlihatkan kesediaan para
                    petani  melakukan  transmisi nilai-nilai  pertanahan  masa
                    kini. Hal ini nampak dari ketekunan mereka memperhatikan
                    tata  cara  pengajuan kredit  yang  menjadi  ciri  nilai-nilai
                    pertanahan masa kini. Berdasarkan nilai-nilai  pertanahan

      126                                                                                                                                                    127
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150