Page 149 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 149
Aristiono Nugroho dkk.
mengelola dan mengamankan tanahnya secara kolektif;
dan (3) mendorong petani dan pemerintah desa membuat
regulasi lokal yang mampu mengelola dan menata tanah
secara adil, sejahtera, dan harmoni.
c. Prasyarat Transmisi
Transmisi nilai-nilai pertanahan masa kini dapat
berlangsung, karena petugas kantor pertanahan
menyampaikannya dengan baik, dan para petani juga bersedia
menerimanya dengan sukarela (senang hati). Pengetahuan
pertanahan mudah diterima oleh para petani, karena petugas
kantor pertanahan terlebih dahulu menyampaikannya ke
perangkat desa dan tokoh petani, sehingga saat para petani
mengalami kesulitan dalam memahaminya, perangkat desa
dan tokoh petani dapat membantu menjelaskan.
Petugas kantor pertanahan tampil sebagai individu-
individu (individual act), yang menjalankan peran dan
fungsi sebagai pihak yang melakukan transmisi nilai-nilai
pertanahan masa kini. Fungsi ini dijalankan dengan terlebih
dahulu melakukan adaptasi terhadap pola budaya masyarakat
setempat, sehingga budaya tidak menjadi kendala. Sebaliknya,
budaya menjadi katalisator berlangsungnya transmisi nilai-
nilai pertanahan masa kini, sehingga para petani mudah
menyerap dan bersedia menerapkan nilai-nilai tersebut.
Proses ini selanjutnya berkembang menjadi suatu sistem aksi
(act system), khususnya saat para petani telah menemukan
tujuan bagi seluruh aktivitasnya yang berbasis tanah.
Kemampuan petugas kantor pertanahan mentransmisi
nilai-nilai pertanahan masa kini dengan baik, secara
tidak langsung turut mendukung upaya peningkatan
kualitas sumberdaya manusia di desa, yaitu petani.
Uniknya peningkatan kualitas petani, selain pada akhirnya
130 131

