Page 152 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 152
Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
Pembuktian hak atas tanah dikonstruksi melalui
interaksi dan kerjasama para petani, yang memadukan
strutur sosial dengan adaptasi individu petani. Kerjasama
ini menimbulkan harmoni di kalangan petani, baik petani
bertanah sempit maupun petani bertanah relatif luas.
Harmoni di kalangan petani memberi kesempatan bagi
munculnya perubahan nilai-nilai pertanahan, dari nilai-
nilai masa lalu ke nilai-nilai masa kini. Perubahan nilai-nilai
pertanahan berlangsung melalui transmisi yang dilakukan
oleh petugas kantor pertanahan kepada para petani.
Transmisi nilai-nilai pertanahan direspon oleh para
petani dalam berbagai bentuk, seperti: (1) Sebagian petani
tetap bertahan pada nilai-nilai pertanahan masa lalu,
sehingga dibutuhkan waktu dan tenaga ekstra dari petugas
kantor pertanahan, agar nilai-nilai pertanahan masa kini
dapat diterapkan. (2) Sebagian petani bersedia menerapkan
nilai-nilai pertanahan masa kini, karena mengerti manfaatnya
dalam memberi jaminan kepastian hukum hak atas tanah.
(3) Sebagian petani tegas-tegas menolak penerapan nilai-
nilai pertanahan masa kini, dengan alasan belum terlalu
dibutuhkan. (4) Sebagian petani belum bersedia terlibat BAB III
dalam penerapan nilai-nilai pertanahan, karena masih ada
hal lain yang masih memerlukan perhatiannya.
Respon sebagian petani atas transmisi nilai-nilai
pertanahan, yang wujudnya berupa kesediaan mereka
untuk terlibat atau berpartisipasi, memperlihatkan adanya
kesadaran petani dalam hal pembuktian hak atas tanah.
Sesungguhnya kesadaran ini telah ada sejak lama, dan terus
dilaksanakan oleh petani hingga saat ini, terutama ketika
pelaksanaan PRONA. Kesadaran semakin kuat, ketika ada
pernyataan dari Ketua Panitia PRONA Desa, bahwa tanah
132 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 133

