Page 154 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 154

Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
                    meningkatkan  kesejahteraan  petani,  hak  milik  atas  tanah
                    yang dipunyai  petani  berpeluang  terjaga dengan  baik.
                    Tepatnya,  hak  milik atas  tanah yang dipunyai  para  petani,
                    tidak akan dengan  mudah dijual,  karena  kesejahteraannya
                    memadai.
                        Upaya  pemerintah  desa  agar para  petani  tidak
                    menjual  tanahnya,  dilakukan dengan cara  meningkatkan
                    kesejahteraan.  Selain  itu, petani  diberikan pengertian
                    bahwa tanah merupakan bukti identitasnya sebagai petani.
                    Identitas  juga  berkaitan dengan positioning para petani di
                    masyarakat, yang sering disebut “status sosial”. Ketika seorang
                    petani berada pada status sosial tertentu, maka ia memiliki
                    prestise, hak, dan kewajiban tertentu pula. Berbekal status
                    sosialnya, para petani  didorong untuk  secara proporsional
                    berkontribusi dalam kegiatan PRONA, dan kegiatan lain yang
                    relevan dengan penerapan nilai-nilai pertanahan masa kini.

                  d.  Prospek Transmisi
                        Transmisi nilai-nilai  pertanahan masa kini memiliki
                    prospek yang baik, karena nilai-nilai pertanahan masa kini
                    yang  “mengalir” (beralih)  dari  petugas  kantor  pertanahan   BAB III
                    ke para petani berguna bagi petani. Hal ini membuat para
                    petani mampu melindungi  hak  atas  tanahnya  dengan
                    format kekinian. Kepala Desa Banjarpanjang (Sarbini, S.T.)
                    menjelaskan prospek transmisi nilai-nilai pertanahan masa
                    kini, dengan menyatakan bahwa saat pelaksanaan program
                    PRONA, hal  yang  penting  adalah  penetapan  batas  bidang
                    tanah oleh masyarakat atau petani dengan dibantu Panitia
                    PRONA Desa,  caranya: (1)  Para  tetangga  yang berbatasan,
                    kepala dusun, petugas dari Panitia PRONA Desa, dan pemilik
                    tanah menetapkan batas bidang  tanah; (2) Para  pemilik
                    tanah memasang patok sementara berupa patok bambu atau

 134                                    Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan   135
   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159