Page 158 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 158
Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
perangkat desa, antara lain arisan yang diselenggarakan di
tingkat RT (Rukun Tetangga) dan RW (Rukun Warga). Pada
kesempatan itu secara santai (tidak resmi), para perangkat
desa menjelaskan bahwa pengurusan surat-surat tanah dan
sertipikasi hak atas tanah perlu dilakukan.
B. Hasil Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
1. Melindungi Kepemilikan Tanah
Setelah membahas upaya menghentikan transmisi nilai-nilai
pertanahan masa lalu, dan membahas kesempatan yang dimiliki oleh
petugas Kantor Pertanahan Kabupaten Magetan, untuk melakukan
transmisi nilai-nilai pertanahan masa kini; maka perlu juga dibahas
hasil transmisi nilai-nilai pertanahan yang dilakukan oleh petugas
Kantor Pertanahan Kabupaten Magetan pada para petani, yang
rinciannya sebagai berikut:
a. Urgensi Kepemilikan Tanah
Urgensi kepemilikan tanah nampak pada makna
tanah bagi para petani, yaitu merupakan harta paling
berharga, sebagai tempat dan media menanam padi,
jagung, dan lain-lain, untuk mendapatkan penghasilan. BAB III
Untuk memperlihatkan urgensinya para petani bahkan
menggunakan istilah “melindungi tanah”, saat mereka
melindungi kepemilikan tanahnya.
Terminologi “melindungi tanah” merupakan terminologi
penting bagi petani, karena ia berkaitan dengan kepemilikan
tanah, yang berarti berkaitan dengan hidup dan
penghidupannya. Oleh karena itu, para petani berupaya
agar tidak ada konflik dalam pengelolaan dan penguasaan
serta pemilikan tanahnya. Istilah “konflik” atau “conflictus”
(Bahasa Latin) memiliki arti pertentangan dua pihak atau lebih
138 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 139

