Page 159 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 159
Aristiono Nugroho dkk.
karena adanya perbedaan kepentingan. Untuk menghapus
konflik memang tidak mungkin, karena konflik melekat pada
masyarakat (termasuk petani), tetapi untuk meredam atau
mengurangi peluangnya masih mungkin. Sertipikasi hak atas
tanah adalah salah satu cara meredam atau mengurangi peluang
terjadinya konflik.
Dalam semangat meredam atau mengurangi peluang
terjadinya konflik, maka para petani melindungi hak atas
tanahnya dari berbagai kemungkinan, termasuk dari pihak
lain yang ingin mengambil alih atau merampas tanahnya.
Oleh sebab itu, mereka memutuskan untuk mensertipikatkan
hak atas tanah, yang dalam konteks Desa Banjarpanjang
dilakukan permohonan secara massal, dan dalam konteks
Desa Cepoko dilakukan permohonan secara individual.
Untuk memutuskan ikut serta dalam program sertipikasi hak
atas tanah, para petani membutuhkan pihak lain yang dekat
dengan dirinya dan dapat dimintai pendapat, seperti: para
perangkat desa, dan para tokoh petani.
Pihak lain yang dekat dengan petani memperlihatkan
pemikiran yang sejalan dengan kebutuhan petani, yaitu
meredam atau mengurangi peluang terjadinya konflik.
Kebutuhan ini relevan dengan kehidupan petani di
wilayah pedesaan yang membutuhkan dan selalu
mempertahankan integrasi sosial. Untuk itu, para petani
dan perangkat desa bahu membahu menyesuaikan diri
dengan perubahan zaman, tanpa perlu didahului dengan
konflik besar yang merugikan banyak pihak. Caranya
dengan membangun mekanisme sosial di kalangan
petani, yang mampu memadu-serasikan kepentingan
banyak pihak, terutama bila berkaitan dengan tanah
sebagai sarana produksi.
140 141

