Page 157 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 157
Aristiono Nugroho dkk.
merupakan sasaran tambahan. Sementara itu, para tokoh
petani merupakan pihak yang menjadi sasaran pelengkap,
yang bersama-sama dengan perangkat desa, berperan
sebagai pihak yang membantu memberi penjelasan, bila ada
petani yang belum mengerti tentang nilai-nilai pertanahan
masa kini.
Para tokoh petani dapat melaksanakan peran sebagai
pihak yang membantu memberi penjelasan tentang nilai-
nilai pertanahan masa kini, karena mereka telah sejak lama
membangun interaksi dengan petani. Situasi ini membuka
kesempatan bagi tokoh petani, untuk berpartisipasi
melakukan sosialisasi dan negosiasi nilai-nilai pertanahan
masa kini dengan para petani. Pada saat sosialisasi tokoh
petani berinteraksi dengan para petani, untuk menyerap
persetujuan dan penolakan petani terhadap nilai-nilai
pertanahan masa kini. Sementara itu, pada saat negosiasi,
tokoh petani dan para petani merumuskan kembali nilai-
nilai pertanahan masa kini yang relevan dengan kebutuhan
petani, termasuk penyerapan isi dan format nilai-nilai
pertanahan masa lalu, yang masih relevan dengan nilai-nilai
pertanahan masa kini.
Selain para tokoh petani yang berpartisipasi mendukung
transmisi nilai-nilai pertanahan oleh petugas kantor
pertanahan kepada para petani, ternyata perangkat desa juga
memberi dukungan yang sama. Hal ini telah diungkapkan
oleh mantan Sekretaris Desa Cepoko (Suwarno D.) dengan
menjelaskan, bahwa pada setiap kesempatan para perangkat
desa memberi penjelasan kepada petani, tentang perlunya
sertipikat hak atas tanah, karena surat-surat yang lain,
termasuk akta jual beli, belum kuat untuk menjadi bukti
pemilikan tanah. Kesempatan yang sering dimanfaatkan oleh
138 139

