Page 162 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 162

Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
                    dan menerima  pesan berupa kepemilikan hak  atas  tanah
                    petani yang bersangkutan.

                        Pola komunikasi  lokal  berbasis budaya  dan  rasa
                    hormat  semacam ini menjadi bagian  penting bagi  petani,
                    terutama dalam  upaya melindungi  hak atas  tanah.  Hal ini
                    juga memudahkan berlangsungnya  transmisi nilai-nilai
                    pertanahan masa kini dari petugas kantor pertanahan kepada
                    petani.  Walaupun  sesungguhnya  tidak  ada  hirarkhi  yang
                    mengikat petugas kantor pertanahan dengan petani, tetapi
                    informasi nilai-nilai  pertanahan masa kini  dimiliki  oleh
                    petugas kantor pertanahan sehingga mereka nampak lebih
                    “di atas” dibandingkan para petani. Transmisi nilai-nilai ini
                    tidak pernah  memberi  kesan  eksploitasi  petani,  sehingga
                    petani dapat menerimanya dengan senang hati. Para petani
                    menerima nilai-nilai pertanahan masa kini dengan kesadaran
                    penuh, dan bukan karena tertekan lalu menyerah kalah.

                        Kesadaran  penuh  para  petani  tentang  nilai-nilai
                    pertanahan masa kini,  telah membuat mereka mampu
                    bekerjasama satu sama  lain,  untuk  memberi  pengakuan
                    kepemilikan tanah. Pengakuan ini secara sosial dapat terjadi,   BAB III
                    saat para petani berdasarkan adat atau tradisi berhak atas tanah
                    tersebut. Setelah secara adat mereka berhak, misal melalui
                    jual beli, waris, atau hibah, barulah mereka berkesempatan
                    melindungi tanahnya secara hukum. Perlindungan semakin
                    meyakinkan, saat para tetangga batas juga mendukung dan
                    mengakui haknya,  yang  dalam konteks kekinian  disebut
                    sebagai “proses pemenuhan asas contradictoir delimitatie”.

                        Perlindungan batas bidang  tanah  dalam  format
                    saling  dukung  antar  tetangga batas,  telah menjadi bukti
                    adanya  upaya  para  petani  mengedepankan  keteraturan  di
                    kalangannya. Keteraturan  seringkali  dicurigai memiliki

 142                                    Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan   143
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167