Page 167 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 167

Aristiono Nugroho dkk.
                    mengatur  tindakan dan  perilaku  petani  (masyarakat) di
                    bidang pertanahan.

                        Tindakan  dan perilaku petani  didasari  rasionalitas
                    penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah.
                    Sosio-legitimasi  merupakan  aspek  yang  telah membangun
                    rasionalitas penguasaan  dan pemilikan  tanah,  melalui
                    pengakuan para tetangga batas,  masyarakat yang lebih luas
                    dan negara. Sementara itu, aspek sosio-ekologi membangun
                    rasionalitas  penggunaan dan  pemanfaatan  tanah,  dengan
                    cara mencegah kerusakan lingkungan. Tujuan penguasaan,
                    pemilikan,  penggunaan, dan  pemanfaatan  tanah adalah
                    tercapainya kondisi  sosial-ekonomi  yang  mencerminkan
                    kesejahteraan petani. Berbasis tindakan dan perilaku petani
                    yang diwariskan dan dipelihara secara bersama, maka nilai-
                    nilai  pertanahan masa kini berusaha  untuk menembus
                    stratifikasi. Uniknya, stratifikasi tidak hanya dibentuk oleh
                    kondisi ekonomi,  melainkan  juga ditentukan oleh  prestige
                    (status), dan power (kekuasaan atau politik).

                  d.  Sertipikasi Hak Atas Tanah
                        Setelah memperoleh informasi  tentang nilai-nilai
                    pertanahan masa kini,  petani berupaya melindungi
                    kepemilikan  tanahnya, dengan  mensertipikatkan hak atas
                    tanah,  yang  diperoleh melalui  jual beli,  waris, maupun
                    hibah.  Sekretaris Desa Cepoko  tahun 2015 –  sekarang
                    (Agus Budi)  menjelaskan, bahwa  dalam hal  perlindungan
                    kepemilikan tanah para petani mendapat dukungan penuh
                    dari pemerintah desa. Agus Budi menjelaskan, bahwa untuk
                    membantu para petani, pemerintah  desa  memfasilitasi
                    kehadiran  saksi dari  orang-orang  lanjut  usia  (sepuh),
                    termasuk bantuan keterangan dari Sekretaris Desa Cepoko,
                    2006-2015 (Suwarno D.).

      148                                                                                                                                                    149
   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172