Page 166 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 166
Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
D. dan sikap petani Desa Cepoko terhadap perlindungan
kepemilikan tanah. Pemahaman ini bertambah kuat ketika
memperhatikan keterangan yang diberikan oleh Sekretaris
Desa Banjarpanjang (Suparna), yang memperlihatkan sikap
para petani Desa Banjarpanjang terhadap perlindungan
kepemilikan tanah. Suparna menjelaskan, bahwa pada masa
lalu, para petani tidak peduli terhadap hak atas tanahnya,
tetapi setelah mendapat penyuluhan saat PRONA, barulah
mereka mengerti tentang pentingnya hak atas tanah.
Perubahan sikap para petani dari yang sebelumnya
tidak peduli terhadap hak atas tanah menjadi bersikap
peduli, tidaklah dapat dilepaskan dari berlangsungnya
transmisi nilai-nilai pertanahan masa kini. Kepedulian ini
bersifat antisipatif atas terjadinya pertikaian, dan mencegah
terjadinya ketegangan sosial di kemudian hari. Pertikaian
dan ketegangan sosial perlu dicegah, agar tidak mengganggu
produksi komoditas pertanian. Upaya ini dilakukan, untuk
menjaga kesejahteraan para petani yang terus menerus
diupayakan. Eksploitasi dan pemanfaatan tanah dilakukan
oleh para petani dengan penuh perhitungan, untuk mencegah
kerusakan tanah, sehingga bidang tanah yang dimiliki dapat BAB III
terus digunakan secara berkelanjutan.
Sikap yang diperlihatkan para petani Desa
Banjarpanjang dan Desa Cepoko terhadap perlindungan
kepemilikan tanah, menunjukkan kuatnya peran interaksi
sosial bagi kelancaran transmisi nilai-nilai pertanahan masa
kini. Peran ini mampu menggambarkan adanya kebutuhan
bagi hadirnya sinergi fungsional, yang dapat mengakselerasi
pemenuhan kebutuhan petani, berupa perlindungan
kepemilikan tanah. Sinergi fungsional meramu harmonisasi
para pihak dengan memanfaatkan norma-norma sosial yang
146 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 147

