Page 165 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 165
Aristiono Nugroho dkk.
dibangun melalui komunikasi di antara petani, kelompok
tani, dan gabungan kelompok tani.
Kendala pemaknaan ditemui para petani, baik berupa
kendala komunikasi, maupun konstruksi maknanya itu
sendiri. Petani mengalami kendala komunikasi saat gagal
melakukan komunikasi dengan pihak terkait, dan mengalami
kendala konstruksi makna saat belum berhasil menemukan
arti penting atau urgensi bidang tanah, bagi peningkatan
kesejahteraan dan kualitas kehidupannya. Oleh sebab itu,
para petani membutuhkan bantuan dari petugas kantor
pertanahan, perangkat desa, dan tokoh petani.
Bantuan yang diberikan oleh petugas kantor pertanahan,
perangkat desa, dan tokoh petani awalnya berupa transmisi
nilai-nilai pertanahan masa kini. Upaya ini diperlukan
sebagai pendekatan umum, agar para petani memahami
tindakan yang harus mereka lakukan terkait dengan
bidang tanahnya di masa kini. Selanjutnya pada para petani
diinformasikan tentang berbagai cara yang dapat dilakukan,
untuk membuktikan bahwa mereka merupakan pemilik
tanah yang sah baik secara sosial maupun secara hukum.
Kesemua ini dilakukan, agar selalu tersedia jalan keluar bagi
para petani untuk membuktikan kepemilikan tanahnya,
sehingga mereka dapat mengajukan sertipikasi hak atas
tanah ke kantor pertanahan.
Sementara itu, Sekretaris Desa Cepoko, tahun 2015 –
sekarang (Agus Budi) menjelaskan, bahwa berdasarkan
pengamatan yang ia lakukan dan pengalamannya selama
ini, diketahui kesadaran pertanahan masyarakat tergolong
tinggi. Hal ini dibuktikan oleh besarnya upaya masyarakat
untuk mensertipikatkan hak atas tanahnya. Keterangan Agus
Budi semakin membuktikan kebenaran penjelasan Suwarno
146 147

