Page 171 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 171

Aristiono Nugroho dkk.
                    yang  tidak mampu menunjukkan bukti  tersebut,  sehingga
                    dibutuhkan adanya Berita Acara Kesaksian.

                        Berita  Acara Kesaksian memuat kesaksian  pihak
                    tertentu, yang dalam hal ini berupa kesaksian kepemilikan
                    tanah. Kesaksian dibangun sebagai konsekuensi  hubungan
                    sosial  (social relation)  antar  petani,  dan  antara  petani
                    dengan pihak lain, seperti: perangkat desa. Hubungan sosial
                    diekspresikan oleh para petani dengan saling berkomunikasi
                    atau inter-komunikasi (inter communication), lalu bermuara
                    pada  interaksi  sosial  (social interaction), yang  selanjutnya
                    menjadi dasar kesaksian pihak tertentu bagi pihak yang lain.
                        Kesaksian  pihak  tertentu  bagi petani  pemilik  tanah
                    hanya dapat diberikan, bila saksi tersebut memiliki kedekatan
                    spasial dengan bidang tanah petani yang bersangkutan, dan
                    memiliki kedekatan sosial dengan petani yang bersangkutan.
                    Fungsi kesaksian semakin kuat, saat data dan informasi yang
                    diberikan benar, dan bebas dari konflik kepentingan antara
                    saksi dengan petani yang bersangkutan dan bidang tanahnya.
                    Isi kesaksian bersifat realistis serta  terhindar dari  berbagai
                    data dan informasi yang tidak realistis, agar mudah diproses
                    oleh kantor pertanahan.

                        Pada kenyataannya,  pihak  yang memberi  kesaksian
                    adalah  petani,  sehingga dapatlah dikatakan  bahwa  para
                    petani saling memberi kesaksian sebagai bentuk dukungan,
                    terutama dari  para  tetangga  batas  saat  penetapan dan
                    pemasangan tanda batas bidang tanah. Hal ini diungkapkan
                    oleh Sekretaris Desa Cepoko, tahun 2006 – 2015 (Suwarno D.)
                    dengan menjelaskan, bahwa pemasangan patok pada batas
                    bidang tanah dilakukan oleh pemilik tanah, dengan disaksikan
                    oleh para tetangga yang berbatasan dan perangkat desa. Hal
                    ini berlangsung lancar, karena para tetangga yang berbatasan

      152                                                                                                                                                    153
   166   167   168   169   170   171   172   173   174   175   176