Page 175 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 175
Aristiono Nugroho dkk.
Lembaga savety values yang terdiri dari para tokoh petani
berupaya memberi nasehat agar petani bersifat persuasif dan
evolutif dalam mengupayakan pencapaian kepentingan.
Untuk itu, pasca pengakuan batas bidang tanah oleh para
tetangga yang berbatasan, para petani selanjutnya meminta
dukungan dan pengakuan dari tetangga yang lebih luas, dan
masyarakat di sekitarnya. Permintaan para petani direspon
oleh masyarakat dan pemerintah desa dengan memberi
dukungan, sebagaimana yang diperlihatkan oleh Pemerintah
Desa Banjarpanjang.
Pemerintah Desa Banjarpanjang mendukung pemilikan
tanah oleh petani, sehingga direspon oleh para petani dengan
sikap respect (hormat). Oleh karena itu, dukungan dan sikap
hormat menjadi bagian dari proses sosial, yang bersumber
pada perjumpaan antara pemerintah desa dengan petani.
Dukungan yang mampu menghasilkan sikap hormat, juga
mampu meredam konflik dan menghasilkan konsensus,
serta mampu menghasilkan integrasi sebagai bagian dari
kemampuan menangkal perpecahan. Potensi dukungan,
sikap hormat, konflik, konsensus, integrasi dan perpecahan
dikelola secara harmoni oleh pemerintah desa dan petani,
agar tidak merusak kehidupan petani.
Sarbini S.T. (Kepala Desa Banjarpanjang) menjelaskan,
bahwa tindakan para petani menjaga tanah, akan
menguntungkan masyarakat desa secara keseluruhan.
Keuntungan yang diperoleh berupa keadilan penguasaan dan
pemilikan tanah, ketika tiap orang hanya menempati atau
menggarap tanah yang menjadi miliknya atau yang diijinkan
oleh pemiliknya. Konsepsi sederhana ini membawa capaian
berupa dampak, khususnya saat kehidupan sosial petani
menjadi lebih tertib dan lebih rukun.
156 157

