Page 177 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 177

Aristiono Nugroho dkk.
                    pemerintah  desa  telah mengendalikan  kekuasaan  yang
                    dimilikinya  untuk kepentingan  petani.  Tindakan ini lahir
                    dari kesadaran  pemerintah  desa  tentang kepentingan
                    bersama (seluruh elemen sosial) yang perlu diperjuangkan.
                    Sebagai salah satu  kelompok  kepentingan,  pemerintah
                    desa  berkepentingan  menciptakan perubahan penataan
                    pertanahan ke  arah  yang lebih baik,  sehingga  transmisi
                    nilai-nilai pertanahan  dari petugas  kantor pertanahan
                    kepada para petani  merupakan  momen  yang  tepat untuk
                    dimanfaatkan,

                        Upaya penataan pertanahan, yang dilakukan Pemerintah
                    Desa Banjarpanjang  terus menerus  dikomunikasikan
                    kepada  petani dan  masyarakat desa.  Komunikasi  yang
                    dilakukan biasa disebut “komunikasi manusia”, “komunikasi
                    antar manusia”, “komunikasi  sosial”,  atau “komunikasi
                    kemasyarakatan”. Dalam konteks ini, maka diketahui bahwa
                    komunikasi  memainkan peran penting  dalam  mendukung
                    penataan  pertanahan Desa Banjarpanjang,  yang bermuara
                    pada terbangunnya kesadaran dan kesepakatan di kalangan
                    petani dan masyarakat pada umumnya.
                        Kesadaran  dan  kesepakatan  petani  sesungguhnya
                    merupakan  wewenang  para petani  itu  sendiri,  tetapi
                    transmisi  nilai-nilai  pertanahan  yang  dilakukan petugas
                    kantor  pertanahan  telah berhasil  mengkonstruksi  situasi
                    ini. Akibatnya muncullah fakta sosial berupa kesadaran dan
                    kesepakatan petani, untuk menerapkan nilai-nilai pertanahan
                    masa kini, dan menerapkan nilai-nilai pertanahan masa lalu
                    yang masih  relevan. Situasi ini dimatangkan oleh bantuan
                    pemerintah  desa  dengan  perangkat  desanya,  yang  gencar
                    menyampaikan nilai-nilai pertanahan masa kini. Selain itu,
                    juga  tidak  dapat  dilupakan peran para  tokoh petani,  yang


      158                                                                                                                                                    159
   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182