Page 179 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 179
Aristiono Nugroho dkk.
Para petani ingin mencegah konflik atau sengketa
pertanahan, karena mereka menginginkan ketenangan
dalam menggarap tanah. Pertentangan kepentingan akan
selalu ada, tetapi pemegang kekuasaan di tingkat desa
selalu berupaya agar kondisi itu tidak menimbulkan konflik.
Semua pihak tentu beranggapan bahwa kepentingan yang
diperjuangkannya adalah untuk kepentingan bersama, agar
semakin banyak pihak yang hidup sejahtera. Oleh karena
itu, peran pemerintah desa dibutuhkan agar lalu lintas
kepentingan dapat berjalan harmoni. Inilah momen bagi
pemerintah desa, untuk meredam atau mengelola konflik,
agar penataan pertanahan dapat dilakukan dengan baik.
Berbekal dukungan pemerintah desa, maka
perlindungan bidang tanah oleh petani merupakan cara
mencegah terjadinya konflik pertanahan di kemudian
hari. Semangat ini terus menerus didistribusikan dan
dikomunikasikan oleh Pemerintah Desa Banjarpanjang
kepada para petani dan masyarakat desa, agar konflik dapat
dicegah melalui penataan pertanahan yang berjalan tertib
dan lancar. Pemerintah Desa Banjarpanjang juga berupaya
memadu-serasikan antara semangat petani, dan komunikasi,
dengan penataan pertanahan.
Kemampuan memadu-serasikan ini diperankan oleh
pemerintah desa, sebagai organisasi kekuasaan yang ada di
wilayah tersebut. Sebagai organisasi kekuasaan, pemerintah
desa memiliki otoritas atau kewenangan untuk mengeluarkan
kebijakan lokal di bidang pertanahan sepanjang mendapat
persetujuam para wakil masyarakat desa, yang cakupannya
sebatas wilayah desa. Kebijakan lokal ini lalu diberlakukan,
setelah mempertimbangkan dinamika sikap berbagai elemen
atau kelompok yang ada di desa.
160 161

