Page 182 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 182

Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
                        Pendekatan  dan  perencanaan  yang matang menjadi
                    bekal bagi  perangkat  desa,  untuk melayani kebutuhan
                    para  petani  di bidang  pertanahan. Meskipun berposisi
                    sebagai anggota organisasi kekuasaan (pemerintah desa),
                    tidak ada pendekatan kekuasaan yang diperlihatkan oleh
                    perangkat desa. Mereka cenderung melakukam pendekatan
                    kekeluargaan kepada para petani, sehingga menimbulkan
                    simpati di kalangan petani. Simpati memberi bekal pada
                    para petani, untuk  menilai positif  berbagai  kegiatan
                    penyadaran  yang dilakukan  kantor  pertanahan dan
                    pemerintah desa.

                        Sebagaimana Pemerintah Desa Cepoko, hal yang sama
                    juga diungkapkan Kepala Desa Banjarpanjang (Sarbini, S.T.)
                    dengan menjelaskan, bahwa Pemerintah Desa Banjarpanjang
                    mengakui  kepemilikan  tanah para petani  yang  telah
                    mendapat pengakuan tetangga batas dan masyarakat. Sarbini
                    menjelaskan,  bahwa  tindakan  seorang  petani  menjaga
                    tanahnya, berguna bagi  petani lainnya. Petani lain  dapat
                    mencontoh  tindakannya,  agar di  masa  mendatang  tidak
                    terjadi sengketa tanah.                                      BAB III
                        Kemampuan  petani mencontoh  tindakan  yang baik
                    dari  petani  lainnya,  telah mendukung  distribusi  nilai-nilai
                    pertanahan masa kini. Tindakan yang baik dari para petani
                    di bidang pertanahan mendapat inspirasi dari petugas kantor
                    pertanahan, yang melakukan transmisi nilai-nilai pertanahan
                    masa kini.  Inspirasi inilah  yang  kemudian menggerakkan
                    petani,  sehingga  tercipta  suatu  kondisi  pertanahan  yang
                    tertib  sebagaiman  yang  terjadi  di  Desa  Banjarpanjang dan
                    Desa Cepoko. Kondisi  pertanahan  yang  tertib bermanfaat
                    dalam mengendalikan penguasaan, pemilikan, penggunaan,
                    dan pemanfaatan tanah.


 162                                    Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan   163
   177   178   179   180   181   182   183   184   185   186   187