Page 184 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 184

Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
                    yang berlaku, agar kedua  pihak dapat memberi  kontribusi
                    optimal  bagi  pelaksanaan  sertipikasi hak  atas  tanah.
                    Pelaksanaan tidak boleh bertentangan dengan norma sosial
                    dan hukum  yang berlaku,  sehingga  dapat mendukung
                    transmisi nilai-nilai  pertanahan masa kini. Norma  sosial
                    dan hukum turut ditransmisikan,  karena merupakan “ruh”
                    nilai-nilai  pertanahan.  Transmisi  mampu berjalan lancar,
                    dengan memanfaatkan  relasi  yang melibatkan kekuasaan
                    dan wewenang.

                        Relasi  menjadi kunci bagi kemudahan bertransmisi,
                    sebab  dapat  mempertemukan para pihak  yang  memiliki
                    berbagai kepentingan. Harapan bagi kemajuan  petani,
                    akhirnya mendorong  berbagai  pihak  tersebut  saling
                    menyesuaikan  kepentingannya  dengan  kepentingan  pihak
                    lain,  sehingga  akhirnya  terwujudlah kepentingan bersama.
                    Hal ini dimungkinkan, ketika dilakukan “komunikasi tatap
                    muka”, karena ketika komunikasi  antara  pemerintah  desa
                    dengan  para  petani sedang  berlangsung,  keduanya saling
                    berhadapan (face to face). Selain itu, komunikasi jenis ini juga
                    disebut “komunikasi langsung” atau “direct communication”,
                    ketika pemerintah desa mengetahui efek komunikasinya saat    BAB III
                    itu juga.

                        Tanggapan atau respon para petani  langsung diterima
                    oleh pemerintah desa, sebagai arus balik, atau umpan balik
                    (feed back)  yang  terjadi  secara langsung. Umpan balik ini
                    menjadi  cikal  bakal  bagi  pertimbangan atas  pelaksanaan
                    sertipikasi hak atas tanah, yang melibatkan sebagian besar
                    petani.  Pelaksanaan sertipikasi  merupakan  gejala sosial,
                    yang dihasilkan oleh transmisi  nilai-nilai pertanahan  masa
                    kini. Sebagai gejala sosial,  maka sertipikasi hak atas  tanah
                    dilaksanakan berdasar kemampuan  petani memadukan


 164                                    Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan   165
   179   180   181   182   183   184   185   186   187   188   189