Page 185 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 185
Aristiono Nugroho dkk.
kesadaran, pengetahuan, dan ketersediaan fasilitas.
Sementara itu, para petugas kantor pertanahan menyikapi
sertipikasi hak atas tanah sebagai bentuk konsolidasi
pelayanan pertanahan, yang bertujuan memudahkan dan
memberdayakan para petani.
Pelayanan pertanahanan yang baik memiliki ciri
kemudahan dan kecepatan pendaftaran tanah, sehingga
dengan pelayanan yang baik tanah-tanah dapat diakui
secara hukum, dan disertai dengan partisipasi penyiapan
makalah. Para petani mengajukan permohonan sertipikat
hak atas tanah, baik melalui pemerintah desa yang kemudian
dilaksanakan dengan kegiatan PRONA, maupun mengajukan
permohonan sertipikat hak atas tanah secara langsung
dan individual. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Gapoktan
“Tani Manunggal” Desa Banjarpanjang (Sukiran) dan Ketua
Gapoktan “Cepoko Mulya” Desa Cepoko (Suharno).
Penjelasan Ketua Gapoktan “Tani Manunggal” Desa
Banjarpanjang, dan Ketua Gapoktan “Cepoko Mulya” Desa
Cepoko, telah memperlihatkan relasi antara pelayanan yang
baik, dengan pengajuan permohonan sertipikat hak atas
tanah oleh petani. Pelayanan yang baik tidak boleh hanya
berada di alam ide, melainkan harus berada di dunia nyata.
Sementara itu, permohonan sertipikat hak atas tanah harus
didukung fakta yang nyata, bukan didukung oleh berbagai
ide yang disebut nyata. Ketika pelayanan yang baik berada
di alam nyata, dan permohonan sertipikat hak atas tanah
didukung fakta yang nyata, maka itulah equilibrium sosial
yang ada di Desa Banjarpanjang dan Desa Cepoko.
Sukiran menjelaskan, bahwa para petani di Desa
Banjarpanjang selalu aktif mengikuti sertipikasi hak atas tanah
melalui pelaksanaan PRONA di desa ini. Ia menambahkan,
166 167

