Page 186 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 186

Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
                    bahwa  para  petani  menginginkan agar  PRONA di desanya
                    dapat  berhasil  dilaksanakan,  yang  wujudnya  berupa
                    penyerahan sertipikat hak atas tanah. Menurut Sukiran, para
                    petani melindungi bidang tanahnya (kepemilikan tanahnya),
                    karena tanah merupakan harta paling berharga bagi petani.
                    Tanah  menjadi  tempat  petani  menanam  padi,  jagung, dan
                    lain-lain untuk mendapatkan penghasilan.
                        Sebagai alat bagi petani dalam mendapatkan penghasilan,
                    maka ada moralitas dan etika petani terhadap bidang tanah
                    yang  digarapnya.  Para  petani  wajib  untuk  memperhatikan
                    beberapa hal, sebagai berikut: (1) sisi sosio-legitimasi, yang
                    berupa pengakuan  sosial  dan pengakuan  negara  terhadap
                    bidang tanah yang dimiliki atau dikuasainya; (2) sisi sosio-
                    ekologi, yang berupa penggunaan dan pemanfaatan bidang
                    tanah secara ramah lingkungan; dan (3) sisi-ekonomi, yang
                    sesungguhnya berupa peningkatan kesejahteraan para petani
                    berdasarkan pada data yang sedang diperjuangkannya.

                        Peran tanah sebagai harta paling berharga bagi petani
                    akan muncul, ketika petani menggarapnya dengan baik. Inilah
                    konsepsi yang difahami para perangkat Desa Banjarpanjang,    BAB III
                    yang selalu disampaikan kepada para petani dalam berbagai
                    kesempatan.  Adakalanya perangkat  desa  menyampaikan
                    konsepsi itu kepada petani secara perorangan atau orang per
                    orang, yang dalam konteks komunikasi disebut “komunikasi
                    antar  persona” atau  “inter persona communication”. Tetapi
                    kadang kala  perangkat  desa juga menyampaikan konsepsi
                    peran  tanah kepada  petani  secara kelompok,  yang  dalam
                    konteks komunikasi  disebut “komunikasi kelompok”
                    atau  “group communication”, baik kelompok kecil (misal:
                    kelompok tani), maupun kelompok besar (misal: gabungan
                    kelompok tani).


 166                                    Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan   167
   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191