Page 181 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 181

Aristiono Nugroho dkk.
                    wewenang mengesahkan kepemilikan dan penetapan batas
                    bidang tanah.

                        Sebagai bukti  atas hal  itu, Suwarno D. menjelaskan
                    bahwa Pemerintah Desa Cepoko  telah menyatakan bahwa
                    pelayanan  di  Kantor Desa Cepoko berlangsung “murah-
                    meriah”, agar dapat  membantu  para  petani  yang akan
                    mengurus sertipikat hak atas tanahnya. Selain itu, bila petani
                    ingin mengambil kredit untuk usaha, maka petani dapat ke
                    Kantor  Desa  untuk  diberi  penjelasan  dan  surat  pengantar,
                    kemudian ke bank, selanjutnya ke Notaris/PPAT dan kembali
                    ke Kantor Desa, dan akhirnya mengambil dana kredit yang
                    telah dapat dicairkan.
                        Kesungguhan Pemerintah Desa Cepoko dalam membantu
                    petani memperoleh kredit usaha tani, berhasil memperlihatkan
                    eksistensinya  sebagai  sebuah  organisasi  kekuasaan.  Bagi
                    pemerintah desa  bantuan  ini sesuai dengan  kepentingannya,
                    yang  menginginkan masuknya  dana kredit  usaha ke  wilayah
                    desanya, untuk  menciptakan  lebih  banyak peluang usaha.
                    Sementara itu, bagi para petani bantuan pemerintah desa sesuai
                    dengan kepentingannya,  untuk memperoleh kredit  usaha,
                    agar  dapat  meningkatkan  produktivitas  pertanian,  kemudian
                    meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani.

                        Pencanangan atau pemberlakuan pelayanan pertanahan
                    murah meriah  oleh Pemerintah Desa Cepoko, merupakan
                    sikap paradigmatis yang diambil oleh Kepala Desa Cepoko.
                    Sikap  ini  mengandung  tujuan, agar  para  petani  dapat
                    melindungi dan memanfaatkan hak atas tanahnya. Uniknya,
                    sikap ini berbasis pada komunikasi, yang dilakukan secara
                    lisan  dan  tatap muka,  dengan mengandalkan kemampuan
                    perangkat  desa  dalam  melakukan  pendekatan  melalui
                    perencanaan yang matang.

      162                                                                                                                                                    163
   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185   186