Page 180 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 180
Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
Dengan demikian saat pelaksanaan kebijakan lokal,
pemerintah desa tidak mendapat penentangan dari banyak
pihak, karena kepentingan berbagai pihak telah diperhatikan
atau diakomodir. Akhirnya kebijakan lokal pemerintah desa
secara perlahan merubah pemikiran, sikap, tindakan, dan
perilaku para petani. Perubahan ini relevan dengan transmisi
nilai-nilai pertanahan masa kini yang dilakukan oleh petugas
kantor pertanahan, sehingga transmisi berhasil, dan para
petani memiliki pemikiran, sikap, tindakan, dan perilaku
pertanahan yang baru.
Fenomena yang mirip juga terjadi di Desa Cepoko, ketika
Pemerintah Desa Cepoko memberi apresiasi atas pranata
sosial yang telah dibangun para petani dan masyarakat
desa. Apresiasinya berupa pengakuan pemerintah desa
atas kepemilikan tanah para petani, yang sebelumnya telah
mendapat pengakuan sosial atau sosio-legitimasi. Suwarno
D. (Sekretaris Desa Cepoko, 2006-2015) menjelaskan, bahwa
Pemerintah Desa Cepoko mengakui kepemilikan tanah para
petani yang telah mendapat pengakuan tetangga batas dan
masyarakat. BAB III
Pengakuan pemerintah desa merupakan bekal bagi
petani, untuk mendapat pengakuan dari negara, melalui
pengurusan sertipikat hak atas tanah. Bila sebelum proses
pengurusan, pengakuan yang dimiliki oleh petani hanya
berupa pengakuan sosial dari tetangga batas dan tetangga di
sekitarnya; maka setelah proses tersebut, pengakuan bidang
tanah petani mengalami institusionalisasi atau pelembagaan,
berupa pendaftaran tanah. Institusionalisasi berguna
sebagai instrumen pencegah masalah, sengketa, atau konflik
pertanahan. Hal ini dapat terjadi, karena kantor pertanahan
sebagai pihak yang melakukan instutusionalisasi, memiliki
160 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 161

