Page 174 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 174

Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
                    relatif letak serta bentuk bidang tanah, yang dalam konteks
                    pendaftaran  tanah disebut  “general  boundaries”.  Petani
                    berupaya mencegah  terjadinya  disfungsi  penunjukan batas
                    dengan melakukan koordinasi  antar  tetangga batas,  serta
                    meminta  bantuan  perangkat  desa. Upaya menjaga  fungsi
                    penunjukan batas bidang  tanah mendorong  terwujudnya
                    harmoni di  kalangan  petani dan  masyarakat desa  pada
                    umumnya.
                        Sebagaimana diketahui pengukuran batas bidang tanah
                    oleh petugas kantor pertanahan baru dapat dilakukan, setelah
                    penunjukan batas oleh petani pemilik tanah. Saat itu petugas
                    ukur kantor pertanahan berkomunikasi dengan para petani
                    pemilik tanah, khususnya yang terkait dengan batas bidang
                    tanah. Para petani menyampaikan dan menunjukkan batas
                    bidang tanah miliknya, yang kemudian direspon oleh petugas
                    ukur dengan melakukan pengukuran. Sesungguhnya secara
                    faktual  peristiwa ini memperlihatkan,  bahwa  telah  terjadi
                    komunikasi manusia (human communication), yang acapkali
                    disebut “komunikasi sosial” atau “social communication”.

                        Komunikasi  sosial antar  petani atau antara  para       BAB III
                    petani  dengan petugas  kantor pertanahan  merupakan
                    sumber kohesi,  untuk  mencegah  perpecahan  di  kalangan
                    petani. Kohesi antar petani mampu mendeteksi asal mula
                    ketegangan,  isu  pemicu  konflik,  dan  cara  menangani
                    ketegangan dan isu pertanahan. Para petani memilah isu,
                    untuk menentukan isu inti (utama) dengan isu pinggiran,
                    yang selanjutnya akan disalurkan ke lembaga savety values,
                    seperti para tokoh adat atau tokoh petani. Mekanisme ini
                    dapat menyelamatkan para petani dari konflik pertanahan
                    menahun yang sukar dikendalikan dan ditemukan alternatif
                    solusinya.


 154                                    Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan   155
   169   170   171   172   173   174   175   176   177   178   179