Page 153 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 153
Aristiono Nugroho dkk.
yang bersengketa tidak akan diikut-sertakan dalam kegiatan
PRONA. Inilah bentuk dukungan para petani di Dusun
Panjang terhadap program yang digagas oleh Pemerintah
Desa Banjarpanjang, karena sengketa akan menghambat
kegiatan PRONA. Para petani juga mendukung keinginan
Pemerintah Desa Banjarpanjang, untuk menjadikan desa ini
sebagai “Desa Mandiri Pangan”, bila urusan pertanahannya
dapat berjalan tertib.
Dukungan petani bagi terwujudnya tertib pertanahan
di Desa Banjarpanjang, dikonstruksi dengan memanfaatkan
struktur sosial. Para petani bertanah sempit dan petani
bertanah relatif luas berpartisipasi dalam kegiatan PRONA,
dan berupaya mendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan
tersebut di Desa Banjarpanjang. Pemanfaatan struktur sosial
(petani bertanah sempit dan petani bertanah relatif luas)
perlu dilakukan, karena diketahui struktur sosial merupakan
alat dan sumberdaya dalam suatu tindakan sosial. Sementara
itu difahami, bahwa tiap tahapan kegiatan PRONA adalah
tindakan sosial, karena memiliki dampak kolektif bagi petani
dan masyarakat desa pada umumnya. Akhirnya tahapan
kegiatan PRONA dimanfaatkan sebagai instrumen bagi
penerapan nilai-nilai pertanahan masa kini.
Tertib pertanahan yang diinginkan Pemerintah Desa
Banjarpanjang, telah diupayakan sejak lama. Penjelasan
dan penyuluhan diberikan oleh perangkat desa dalam
berbagai kesempatan, agar para petani (masyarakat) dapat
sungguh-sungguh mengerti arti penting pertanahan. Puncak
pemahaman atas arti penting pertanahan nampak, ketika
para petani memiliki kesadaran untuk mensertipikatkan hak
atas tanahnya. Ketika sertipikasi hak atas tanah mendapat
komplementer, berupa upaya Pemerintah Desa Banjarpanjang
134 135

