Page 133 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 133

Aristiono Nugroho dkk.
                        Pada prinsipnya, nilai-nilai pertanahan masa lalu yang
                    memiliki kearifan layak  dipertahankan,  dan kemudian
                    dipadu-serasikan  dengan nilai-nilai  pertanahan masa kini.
                    Sikap ini  dapat membantu  petani  mengambil keputusan
                    dengan cepat dan bijaksana saat menjaga hak atas tanahnya,
                    sehingga  tidak  mudah  terombang-ambing  dinamika dan
                    bujukan pasar tanah. Upaya menjaga hak atas tanah dapat
                    lebih  efisien  dan  efektif,  karena  memenuhi  norma-norma
                    hukum dan norma-norma sosial.

                        Harmonisasi  norma  hukum dan  sosial  diperlukan
                    oleh  para  petani, karena mereka membutuhkan keduanya.
                    Para petani membutuhkan jaminan kepastian hukum yang
                    dibangun  oleh norma hukum,  dan membutuhkan juga
                    harmoni  yang  dibangun  oleh norma  sosial.  Oleh karena
                    itu, para petugas  kantor pertanahan  dan perangkat  desa
                    memasukkan norma hukum  dan  sosial,  saat melakukan
                    transmisi nilai-nilai pertanahan masa kini. Proses transmisi
                    berlangsung  alami, dan  sedikit demi  sedikit,  hingga  para
                    petani  mampu memahaminya.  Situasi ini mempengaruhi
                    petani, hingga kemudian mereka bersedia menerapkan nilai-
                    nilai pertanahan masa kini dalam kehidupan sehari-hari.
                        Penerapan nilai-nilai pertanahan masa kini tidak serta
                    merta menghentikan transmisi nilai-nilai pertanahan masa
                    lalu, karena sebagian nilai-nilai pertanahan masa lalu relevan
                    dengan nilai-nilai pertanahan masa kini. Hal ini dijelaskan
                    oleh  Wahyu Sukmono,  yang  selaras  dengan keterangan
                    Suwarno D. (Sekretaris Desa Cepoko,  tahun 2006-2015),
                    dengan menyatakan, bahwa pada masa dahulu batas bidang
                    tanah ditandai dengan tanaman, misalnya dengan tanaman
                    andong  merah,  atau dadap.  Alasannya,  bila ditebas dapat
                    tumbuh lagi dengan cepat. Penanaman andong merah, atau


      114                                                                                                                                                    115
   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138