Page 134 - Transmisi Nilai-nilai Pertanahan di Kabupaten Magetan
P. 134
Pelaksana Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan
dadap oleh pemilik tanah di sudut-sudut bidang tanah di
hadiri oleh para tetangga batas.
Kehadiran tetangga batas, untuk menyaksikan
pemasangan tanda batas telah ada sejak dahulu hingga
saat ini. Prinsip ini dibangun dengan basis simpati
antar tetangga batas, yang sama-sama membutuhkan
pengakuan. Simpati merupakan ekspresi tentang perlunya
memperhatikan kepentingan orang lain, karena akhirnya
berguna bagi diri sendiri. Fenomena ini tidak tiba-
tiba berlangsung, melainkan ada proses panjang yang
mendahuluinya, terutama yang berkaitan dengan upaya
untuk saling menjaga kepentingan.
Berdasarkan keterangan Suwarno D., maka sesungguhnya
contradictoire de limitatie yang dikenali sebagai prinsip
pertanahan modern, telah diterapkan dalam pertanahan
tradisional. Petani dan masyarakat desa pada umumnya telah
menikmati “keindahan” contradictoire de limitatie versi lokal,
untuk memberi peluang bagi dibangunnya pertanahan yang
adil, sejahtera, dan harmoni. Keindahan sosial ini berguna
bagi pemerintah desa, terutama dalam mengkapitalisasi BAB III
segenap potensi sumberdaya yang ada di desa.
Kapitalisasi segenap potensi sumberdaya yang ada di desa,
terutama tanah dan penduduk (manusia), membutuhkan
kepiawaian para pihak dalam berinteraksi satu sama lain.
Saat berinteraksi, para pihak (petugas kantor pertanahan,
perangkat desa, dan petani) saling belajar tentang nilai-
nilai pertanahan yang dibutuhkan para petani. Proses saling
belajar dapat memperkaya nilai-nilai pertanahan yang telah
difahami oleh para pihak, sehingga mempertemukan mereka
pada tujuan bersama, yaitu keadilan, kesejahteraan, dan
harmoni sosial.
114 Transmisi Nilai-Nilai Pertanahan 115

